BUMDes Tulikup Budidaya Lele Tekan Stunting
GIANYAR, NusaBali - Pemerintah Desa Tulikup, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, mengembangkan budidaya ikan lele sebagai upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus penanganan stunting.
Program yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini telah berjalan sejak tahun 2022 berlokasi di Banjar Pande. Perbekel Desa Tulikup, I Made Ardika, mengatakan budidaya lele menggunakan 24 kolam terpal. Setiap kolam ditebar sekitar 10 ribu bibit lele.
Tingkat kelangsungan hidup dalam satu kolam terpal mencapai kurang lebih 7 ribu ekor. “Hasilnya cukup optimal dan berkelanjutan untuk skala desa,” ujar Ardika, Jumat (23/1). Panen lele secara berkala setiap 2,5 bulan. Hasil panen tidak hanya dijual segar, tetapi juga diolah menjadi bahan makanan tambahan (BMT) dengan melibatkan Tim Penggerak PKK Desa Tulikup. Produk olahan lele dimanfaatkan sebagai menu tambahan bergizi dalam kegiatan Posyandu.
Menurut Ardika, program ini awalnya difokuskan untuk menangani tujuh kasus stunting di Desa Tulikup. Berkat pemanfaatan BMT berbahan ikan lele secara rutin, angka stunting berhasil ditekan hingga tersisa satu kasus. “Lele dijadikan menu tambahan di Posyandu karena kandungan gizinya tinggi dan mudah diterima anak-anak,” katanya.
Keberhasilan inovasi ini juga menarik perhatian daerah lain. Pada tahun 2024, Desa Tulikup kerap menjadi lokasi studi tiru, baik dari kabupaten lain di Bali maupun dari luar Bali seperti Yogyakarta. Pemerintah Desa Tulikup berharap program budidaya lele ini terus dikembangkan dan dapat direplikasi untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat desa. 7 nvi
Komentar