nusabali

Puskesmas Ramah Ibu dan Anak di Denpasar, Target Layani BPJS Mulai 2028

  • www.nusabali.com-puskesmas-ramah-ibu-dan-anak-di-denpasar-target-layani-bpjs-mulai-2028

Terkait pelayanan BPJS, Puskesmas Ramah Ibu dan Anak belum dapat melayani karena belum terakreditasi. Saat ini, puskesmas tersebut hanya melayani pasien umum.

DENPASAR, NusaBali
Puskesmas Ramah Ibu dan Anak yang segera beroperasi di Kota Denpasar dipastikan belum dapat melayani peserta BPJS Kesehatan dalam waktu dekat. Pelayanan BPJS baru ditargetkan dapat berjalan pada tahun 2028, sementara pada 2027 puskesmas tersebut baru akan memasuki tahapan registrasi dan akreditasi.

Hal itu terungkap dalam kunjungan Komisi III DPRD Kota Denpasar yang dipimpin Wakil Ketua I Ida Bagus Yoga Adi Putra alias Gus Yoga, Wakil Ketua III Made Oka Cahyadi Wiguna, Ketua Komisi IV I Wayan Duaja, serta anggota yang diterima Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr Anak Agung Ayu Agung Candrawati, Sekretaris Dinkes dr Anak Agung Ngurah Gede Dharma Yuda, dan Plt Kepala Puskesmas Ramah Ibu dan Anak dr Anak Agung Ngurah Wisnu Nayaka Putra, Jumat (23/1).

Candrawati menjelaskan puskesmas tersebut direncanakan akan dilaunching sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Denpasar pada 27 Februari 2026. Namun sebelum itu, seluruh proses administrasi dan perizinan harus diselesaikan.

Dia menyebutkan, setelah izin operasional terbit, puskesmas baru bisa melakukan registrasi sebagai syarat merekrut sumber daya manusia (SDM) secara resmi. Saat ini, tenaga kesehatan masih bersifat penugasan sementara dari beberapa puskesmas lain untuk memenuhi kebutuhan minimal.

Puskesmas Ramah Ibu dan Anak ini didukung dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, serta analis, dan telah dilengkapi dua unit ambulans. Sementara kepemimpinan masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) dr Wisnu, dengan total sekitar 36 tenaga kesehatan dan pendukung, termasuk dokter, tenaga keamanan, hingga petugas kebersihan.

“Kami sudah mengusulkan kebutuhan SDM ke BKPSDM melalui jalur CPNS, karena saat ini tidak ada lagi tenaga kontrak maupun PPPK,” kata Candrawati.

Dari sisi layanan, puskesmas akan beroperasi seperti puskesmas pada umumnya, termasuk menyediakan layanan PONED untuk persalinan normal tanpa komplikasi. Rawat inap hanya bersifat sementara dan terbatas. “Kelahiran normal bisa dilayani di sini, tetapi tidak untuk kasus komplikasi,” katanya.

Meski secara standar bangunan dan layanan dinilai sudah siap, masih terdapat sejumlah kekurangan sarana pendukung, seperti gorden untuk menjaga privasi pasien, penyempurnaan fasilitas IGD, serta alat penunjang layanan lainnya. Kekurangan tersebut akan diusulkan pada anggaran perubahan.

Terkait pelayanan BPJS, Candrawati menegaskan puskesmas belum dapat melayani karena belum terakreditasi. Saat ini, Puskesmas Ramah Ibu dan Anak hanya melayani pasien umum. “Target kami tahun 2027 proses registrasi dan akreditasi. Jika itu sudah selesai, pelayanan BPJS baru bisa berjalan pada 2028,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wayan Duaja menegaskan seluruh fasilitas dan perizinan harus dipenuhi agar pelayanan dapat berjalan optimal. “Ini Puskesmas Ramah Ibu dan Anak, jadi fasilitas, alat kantor, dan karyawan harus betul-betul siap. Banyak masyarakat sudah menanyakan kapan beroperasi,” ucapnya.

Ida Bagus Yoga Adi Putra mengusulkan agar Puskesmas Ramah Ibu dan Anak ke depan hadir di setiap kecamatan. Dia menilai persoalan parkir masih bisa disiasati. “Termasuk dengan memanfaatkan area sekolah, serta mendorong penyediaan call center untuk menampung keluhan masyarakat. Kalau bisa untuk Puskesmas Ramah Ibu dan Anak ini bisa ada di semua kecamatan,” tandasnya.

Oka Cahyadi Wiguna berharap seluruh tenaga yang ditugaskan dari berbagai puskesmas dapat memberikan pelayanan maksimal. Dia juga mendorong agar puskesmas ini dapat menjadi contoh layanan kesehatan yang nyaman dan ramah. 

Anggota Komisi III DPRD Denpasar Nyoman Sumardika, menekankan pentingnya kejelasan jenis pasien yang bisa dilayani serta edukasi kepada masyarakat terkait BPJS dan KIS. Dia juga menyoroti perlunya pengamanan yang ketat, lantaran akses ambulans harus tetap lancar di tengah keterbatasan parkir dan berdekatan dengan sekolah. “Akses perlu diperhatikan serius karena berdekatan dengan sekolah dan perkantoran,” ujarnya. 7 mis

Komentar