Musim Hujan, Cau Belayu Bersihkan Air Terjun Pengempu
Air Terjun Pengempu
Cau Belayu
Banjir Bandang
Cuaca Ekstrem
Hujan Lebat
Sampah
Gelondongan Kayu
Pariwisata
Tukad Yeh Penet
SINGASANA, NusaBali - Bali memasuki Sasih Kawulu yang identik dengan musim angin kencang. Selain itu, curah hujan juga mengalami kenaikan yang disebabkan terbentuknya awan Cumulonimbus. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri bagi pengelola wisata alam seperti Air Terjun Pengempu di Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan.
Hal itu disampaikan Perbekel Desa Cau Belayu I Putu Eka Jayantara kepada NusaBali, Jumat (23/1/2026). Menurutnya, Air Terjun Pengempu merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Yeh Penet. Ketika musim hujan tiba, apalagi disertai cuaca ekstrem, sampah yang berada di hulu akan terseret ke area air terjun dan membuat kawasan wisata kumuh. “Pohon, gelondongan kayu itu terbawa dan banyak tersangkut di bawah air terjun, di sela bebatuan sungai,” ungkap Eka Jayantara.
Selama musim hujan belakangan ini, kegiatan bersih-bersih aliran sungai diintensifkan Pemerintah Desa Cau Belayu melalui Bumdes Utsaha Sedana Artha selaku pengelola Air Terjun Pengempu. Kata Perbekel Eka, setiap pagi sebelum aktivitas wisata dimulai, pihak Bumdes turun ke area air terjun untuk memastikan kebersihan.
Saat kini, area Air Terjun Pengempu masih dalam proses pembersihan pasca banjir bandang yang terjadi di DAS Yeh Penet sekitar akhir tahun lalu. Gelondongan kayu yang tersisa dan tersangkut di sela bebatuan masih terus dibersihkan. Akan tetapi, begitu hujan turun lagi dengan intensitas tinggi, sampah kayu dan bahkan sampah rumah tangga dipastikan menepi kembali. “Setiap hari kami turun melakukan pembersihan. Paling tidak 2–3 orang dari Bumdes pasti mengecek setiap hari, termasuk saya sendiri jika tidak ada hal yang lebih urgen,” beber asal Banjar Seribupati, ini.
Sebelumnya, sekitar awal tahun 2024, Air Terjun Pengempu sempat mendapat sorotan tajam di media sosial lantaran terekam kamera warganet dalam kondisinya tidak terawat dan dipenuhi sampah kayu, plastik kemasan, dan sampah rumah tangga. Sampah tersebut ternyata bukan dari pengunjung melainkan terbawa aliran sungai usai hujan lebat. Air terjun eksotis setinggi 41 meter yang dapat dinikmati setelah menuruni sekitar 150 anak tangga ini akhirnya berbenah sejak awal 2025. Pembenahan dimulai setelah desa melalui Bumdes memiliki kewenangan penuh mengelola kawasan pasca kesepakatan dengan pemilik lahan dan desa adat tercapai.
Dulunya, Air Terjun Pengempu sempat dikelola bersama dan mulai naik daun prapandemi Covid-19. Kemudian, kembali meredup di masa pandemi sampai akhirnya terkesan kurang terawat. Tahun 2025 jadi kebangkitan kembali bagi objek wisata yang tidak jauh dari DTW Alas Pala Sangeh ini. Meski begitu, pengelola harus terus berhadapan dengan tantangan lingkungan seperti sampah dan cuaca. Sebab, hal tersebut berada di luar kendali pengelola maupun Pemerintah Desa Cau Belayu sendiri. 7rat
Komentar