nusabali

Lepas dari Pengawasan, Balita Tewas Tenggelam di Kolam Vila

  • www.nusabali.com-lepas-dari-pengawasan-balita-tewas-tenggelam-di-kolam-vila

NEGARA, NusaBali.com — Nasib tragis menimpa seorang balita laki-laki berinisial KRA, 2, warga Kelurahan Pendem, Jembrana. Bocah malang tersebut ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang sebuah vila yang lokasinya tak jauh dari rumahnya, Selasa (20/1/2026) sore.

Peristiwa memilukan itu terjadi saat korban lepas dari pengawasan keluarga. Pihak keluarga semula mengira KRA sedang bermain ke rumah tetangga, sebagaimana kebiasaan sehari-hari, hingga akhirnya musibah tersebut terungkap.

Kapolsek Kota Jembrana Ipda I Ngurah Agus Dwi Widiatmika seizin Kapolres Jembrana menjelaskan, kejadian bermula ketika ibu korban, NKR, 30, pulang bekerja sekitar pukul 15.30 WITA. Setibanya di rumah, ia mendapati rumah dalam keadaan sepi dan tidak melihat keberadaan anaknya.

“Ibu korban kemudian menanyakan keberadaan anaknya kepada kakek korban, IKW, 53. Saat itu kakek menduga cucunya sedang bermain ke rumah tetangga,” ujar Ipda Agus Dwi saat dikonfirmasi, Rabu (21/1).

Merasa curiga karena anaknya tak kunjung ditemukan, ibu korban bersama kakeknya sempat mencari ke sejumlah rumah tetangga di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Namun pencarian itu tidak membuahkan hasil.

Karena semakin cemas, ibu korban kemudian berinisiatif menyisir area vila yang berada dekat dengan rumah mereka. Di lokasi itulah, korban ditemukan sudah dalam keadaan mengambang di kolam renang vila tersebut. “Di sanalah korban ditemukan sudah dalam keadaan mengambang di kolam,” kata Ipda Agus Dwi.

Saat ditemukan, balita tersebut masih mengenakan celana pendek berwarna hitam dengan posisi tubuh menghadap ke utara. Melihat kondisi itu, ibu korban langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Sang kakek yang mendengar teriakan tersebut segera berlari ke kolam dan mengevakuasi korban.

Warga kemudian membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, tim medis menyatakan nyawa KRA sudah tidak tertolong. Pihak kepolisian yang menerima laporan kejadian tersebut selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara.

Ipda Agus Dwi menyebutkan, meski tidak ada saksi yang melihat langsung saat korban tenggelam, pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Ia pun mengimbau para orang tua agar menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak.

“Kami mengimbau agar orang tua lebih waspada dan meningkatkan pengawasan, terutama bagi anak-anak yang tinggal atau bermain di sekitar area berpotensi bahaya seperti kolam renang, sungai, atau saluran air,” ujarnya. *ode

Komentar