Buleleng Antisipasi Penyebaran LSD, Dinas Pertanian Ambil 25 Sampel Sapi di Gerokgak
Kadis Melandrat menegaskan, jika hasil uji laboratorium menyatakan positif LSD, maka vaksinasi akan segera dilakukan.
SINGARAJA, NusaBali
Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng melakukan langkah antisipatif menyusul temuan dugaan sapi terjangkit Lumpy Skin Disease (LSD) di wilayah Kecamatan Gerokgak. Sebanyak 25 sampel sapi telah diambil untuk diuji di Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar untuk memastikan status penyakit tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, Rabu (21/1), mengatakan pengambilan sampel dilakukan sebagai bagian dari mitigasi dini terhadap kemungkinan terburuk, mengingat hingga saat ini hasil uji laboratorium belum diterima.
“Kami belum mendapatkan vaksin karena saat ini masih difokuskan di Kabupaten Jembrana. Namun kami sudah mengusulkan. Hasil laboratorium juga belum keluar, kemungkinan hari ini sudah ada informasi,” ujar Melandrat.
Menurutnya, 25 sampel tersebut tidak hanya diambil dari sapi yang menunjukkan gejala klinis mengarah ke LSD, tetapi juga dari sapi di sekitar lokasi temuan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan potensi sebaran penyakit di wilayah tersebut.
“Tidak hanya dua ekor yang sudah menunjukkan ciri-ciri identik LSD, tetapi di kawasan sekitarnya juga kami ambil sampel. Ini untuk memastikan sebarannya, sehingga pemerintah provinsi melalui BBVet bisa mengambil keputusan yang tepat,” jelas dia.
Melandrat menegaskan, jika hasil uji laboratorium menyatakan positif LSD, maka vaksinasi akan segera dilakukan. Namun vaksin hanya akan diberikan kepada sapi yang masih sehat, bukan pada sapi yang telah terinfeksi.
“Kalau sudah ada kejadian, yang divaksin itu sapi sehat, bukan yang terkena. Vaksin LSD berbeda dengan vaksin PMK, meskipun sama-sama virus, jenis vaksinnya tidak sama,” tegas Melandrat.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, populasi sapi di Kabupaten Buleleng mencapai 69.076 ekor yang tersebar di sembilan kecamatan. Kecamatan Gerokgak menjadi wilayah dengan populasi sapi tertinggi, yakni 23.539 ekor, disusul Kecamatan Kubutambahan sebanyak 10.242 ekor dan Kecamatan Seririt 7.783 ekor.
Dengan tingginya populasi sapi di Gerokgak, Dinas Pertanian Buleleng menilai upaya deteksi dini dan mitigasi menjadi sangat penting untuk mencegah meluasnya penyebaran LSD di wilayah Buleleng.7 lik
Komentar