Hilirisasi Kopi, Solusi Atasi Food Waste
DENPASAR, NusaBali.com —
Hilirisasi bahan pangan menjadi salah satu solusi food waste yang kini menjadi perhatian. Banyak pihak mulai menyadari akan dampak dari food waste. Ni Made Bintang Handayani adalah salah satu pemudi yang peka terhadap masalah di sekitarnya terutama soal food waste.
Baginya, hilirisasi bukan sekadar soal nilai ekonomi, tetapi juga solusi lingkungan. Meski kulit kopi bukan pangan yang bisa langsung dikonsumsi, namun setidaknya dengan mengolahnya menjadi pangan lezat, maka persoalan limbah kulit yang diolah justru menguntungkan bagi tubuh dan bernilai ekonomis.
Limbah yang sebelumnya mencemari kini berubah menjadi sumber penghidupan baru bagi warga di desa. Ke depan, Bintang berharap inovasi kulit kopi atau cascara tidak hanya berhenti di produk pangan, tetapi bisa berkembang menjadi industri olahan kopi yang benar-benar terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Potensi kopi kita besar sekali. Sayang kalau hanya berhenti di bijinya saja. Kulitnya pun bisa jadi sumber ekonomi,” ujarnya Rabu (21/1/2026).
Di tangan anak muda seperti Bintang, limbah bukan lagi akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari cerita baru, tentang keberanian melihat peluang, keberpihakan pada lingkungan, dan harapan membangun desa lewat inovasi.
Upaya itu membawanya meraih Juara I Nasional Pemuda Pelopor Bidang Kewirausahaan 2025. Penghargaan itu diterimanya di Boyolali, Jawa Tengah, pada 15 Januari 2026 lalu, dalam ajang kolaborasi Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Kementerian Desa. *may
Limbah yang sebelumnya mencemari kini berubah menjadi sumber penghidupan baru bagi warga di desa. Ke depan, Bintang berharap inovasi kulit kopi atau cascara tidak hanya berhenti di produk pangan, tetapi bisa berkembang menjadi industri olahan kopi yang benar-benar terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Potensi kopi kita besar sekali. Sayang kalau hanya berhenti di bijinya saja. Kulitnya pun bisa jadi sumber ekonomi,” ujarnya Rabu (21/1/2026).
Di tangan anak muda seperti Bintang, limbah bukan lagi akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari cerita baru, tentang keberanian melihat peluang, keberpihakan pada lingkungan, dan harapan membangun desa lewat inovasi.
Upaya itu membawanya meraih Juara I Nasional Pemuda Pelopor Bidang Kewirausahaan 2025. Penghargaan itu diterimanya di Boyolali, Jawa Tengah, pada 15 Januari 2026 lalu, dalam ajang kolaborasi Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Kementerian Desa. *may
Komentar