nusabali

Diserang Tawon Saat Berkebun, Pasutri di Mendoyo Tewas

  • www.nusabali.com-diserang-tawon-saat-berkebun-pasutri-di-mendoyo-tewas

NEGARA, NusaBali.com — Nasib tragis menimpa pasangan suami istri (pasutri) asal Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Dewa Ketut Suparta, 70, dan istrinya Dewa Ayu Made Gati, 57, meninggal dunia setelah diserang segerombolan tawon saat berkebun di Banjar Kedisan, desa setempat, Selasa (20/1/2026) sore.

Sang suami tewas di lokasi kejadian, sementara sang istri menyusul beberapa jam kemudian usai sempat mendapat perawatan medis.ng suami tewas di lokasi kejadian, sementara sang istri menyusul beberapa jam kemudian setelah sempat mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika, saat dikonfirmasi Rabu (21/1), mengkonfirmasi  peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, insiden bermula sekitar pukul 15.00 WITA. Saat itu, Dewa Suparta tengah beristirahat di atas gubuk miliknya di kebun.

Petaka terjadi ketika sang istri, Dewa Gati, hendak membersihkan area bawah gubuk dengan memindahkan tumpukan daun kelapa kering. Tanpa disadari, di balik tumpukan daun tersebut terdapat sarang tawon berukuran cukup besar. Begitu daun kelapa diangkat, koloni tawon langsung keluar dan menyerang pasutri tersebut.

“Mereka sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berlari ke arah yang berbeda,” ujar Kompol Sartika.

Dalam upaya menyelamatkan diri, Dewa Suparta terjatuh dan kepalanya terbentur akar pohon yang menonjol. Dalam kondisi tidak berdaya, koloni tawon kembali mengerumuni dan menyengat tubuh korban. Sementara itu, Dewa Gati sempat diselamatkan seorang petani setempat, I Ketut Nosen, 75, dan segera dilarikan ke Puskesmas 1 Mendoyo.

Tak lama berselang, warga mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi Dewa Suparta. Namun nahas, korban ditemukan terlentang tak sadarkan diri dengan luka robek di bagian kepala dan dinyatakan telah meninggal dunia. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kompol Sartika menjelaskan, tim Identifikasi Polres Jembrana bersama tim medis Puskesmas 1 Mendoyo melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah Dewa Suparta. Pada tubuh korban ditemukan banyak bekas sengatan tawon, benjolan di belakang telinga kanan, serta luka di dahi dan bibir bagian dalam akibat benturan. “Saat pemeriksaan bersama tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari dua jam,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi Dewa Gati sempat dinyatakan stabil setelah menjalani perawatan di Puskesmas dari pukul 16.00 hingga 18.00 WITA dan diizinkan pulang. Namun sekitar pukul 20.00 WITA, korban tiba-tiba mengalami kejang-kejang di rumah duka. Keluarga kembali melarikannya ke Puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 20.30 WITA.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah, menolak dilakukan otopsi, serta telah menandatangani surat pernyataan tidak menuntut pihak manapun. Saat ini kedua jenazah disemayamkan di rumah duka,” pungkas Kompol Sartika. *ode

Komentar