nusabali

PSOI Denpasar Optimalkan Pembinaan

Optimistis Raih Tiga Emas di Porprov 2027

  • www.nusabali.com-psoi-denpasar-optimalkan-pembinaan

Saat ini PSOI Denpasar memusatkan perhatian pada pembinaan atlet usia dini berusia 10 hingga 16 tahun. Setiap bulan latihan rutin digelar di Pantai Keramas.

DENPASAR, NusaBali
Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Denpasar memasang target pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 dengan membidik tiga medali emas. Target tersebut ditetapkan sebagai bagian dari komitmen meningkatkan prestasi atlet selancar ombak sekaligus memperkuat pembinaan jangka panjang di Kota Denpasar.

Ketua Umum PSOI Denpasar, Gede Agung Suyoga, mengatakan target tersebut dicanangkan setelah pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil Porprov 2025. Pada ajang tersebut, PSOI Denpasar hanya mampu meraih satu medali emas dari target tiga emas yang dipatok sebelumnya.

“Hasil kemarin belum sesuai target. Dari tiga emas yang kami bidik, hanya satu yang berhasil diraih. Salah satu penyebabnya karena dua atlet andalan tidak bisa turun bertanding,” ujar Suyoga, Senin (19/1).

Dia menjelaskan, satu atlet putri harus menandatangani kontrak profesional di Jakarta. Sementara satu atlet lainnya mengikuti kualifikasi Olimpiade, sehingga tidak dapat memperkuat tim Denpasar di Porprov.

Selain kendala teknis, PSOI Denpasar juga masih dihadapkan pada sejumlah keterbatasan, mulai dari penggunaan arena yang sangat bergantung pada kondisi cuaca, hingga perbedaan karakter ombak di setiap spot latihan di Bali. “Karena perbedaan karakter ombak di setiap pantai, kami kerap harus berlatih hingga ke luar Denpasar yang membuat atlet mengeluarkan biaya pribadi. Namun, kami tetap optimis dan akan terus memaksimalkan pembinaan serta mencari dukungan dari pemerintah maupun swasta agar potensi atlet dapat berkembang optimal,” katanya.

Saat ini PSOI Denpasar memusatkan perhatian pada pembinaan atlet usia dini berusia 10 hingga 16 tahun. Setiap bulan latihan rutin digelar di Pantai Keramas sebagai pusat pembibitan atlet Denpasar, dengan menyesuaikan kondisi cuaca. Jumlah atlet aktif saat ini mencapai 89 orang dan diproyeksikan terus bertambah.

“Pembinaan usia dini menjadi fokus utama kami. Latihan rutin sebulan sekali di Keramas, dan bila cuaca tidak memungkinkan, kami pindahkan ke Sanur,” jelasnya.

Untuk menunjang kualitas pembinaan, PSOI Denpasar kini telah memiliki pelatih bersertifikat internasional level 4.1. Meski demikian, tantangan terbesar masih terletak pada konsistensi atlet usia dini dalam mengikuti program latihan secara berkelanjutan.

Dalam rangka memperluas penjaringan atlet, PSOI Denpasar tahun ini menggelar berbagai event surfing, salah satunya Wali Kota Cup 2026, dengan kuota khusus atlet lokal Denpasar.

Menatap Porprov 2027 dan PON 2028, PSOI Denpasar telah menyiapkan dua atlet inti dan satu atlet cadangan untuk diformulasikan sebagai tim utama. Program ini sekaligus menjadi ajang pengujian mental bertanding atlet junior. “Kami ingin melihat sejauh mana mental anak-anak junior saat diterapkan berbagai taktik pertandingan,” ungkapnya.

Di sisi lain, PSOI Denpasar juga mendorong agar olahraga selancar ombak dapat masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP di kawasan Sanur. “Target kami, surfing bisa kita kenalkan kepada generasi muda baik SD dan SMP, karena selain berharap mereka menggemari olahraga selancar ombak, kami juga berharap jika sejak dini mereka bermain dengan alam, sehingga akan memupuk kecintaan mereka untuk menjaga alam (pantai dan laut) agar tetap lestari sebagai sarana bermain,” imbuhnya. 7 cr81

Komentar