Palinggih Pura Manik Tirta Rusak Parah
BPBD kesulitan menurunkan alat berat ke Pura Manik Tirta karena ada di area bawah tebing.
SEMARAPURA, NusaBali
Tim Urusan Agama Hindu Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klungkung meninjau Pura Manik Tirta, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, yang terdampak longsor, Selasa (20/1). Tim melihat secara langsung tingkat kerusakan palinggih sekaligus membahas penanganan pascabencana. Longsor terjadi pada Minggu (18/1). Kondisi pura rusak berat baru diketahui warga keesokan harinya, Senin (19/1) pagi. Tiga palinggih utama mengalami kerusakan berat dan tertimbun material tanah yakni Palinggih Sapta Patala, Palinggih Angrurah Agung, dan Palinggih Taman.
Seluruh palinggih hancur dan tidak dapat difungsikan. Perkiraan kerugian material sekitar Rp 150 juta. Perwakilan Tim Urusan Agama Hindu Kemenag Klungkung, Wayan Winda Kusuma, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan akses menuju lokasi pura tergolong cukup berat. Pura Manik Tirta berada di area bawah tebing, menyulitkan upaya penanganan menggunakan alat berat. Kondisi ini menjadi kendala bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang sebelumnya merencanakan menurunkan alat berat ke lokasi kejadian. “Sebagai langkah sementara, disepakati pembersihan awal secara gotong royong oleh masyarakat setempat, sambil menunggu penanganan lanjutan,” ujar Winda Kusuma.

Piodalan di Pura Manik Tirta pada Buda Umanis Dukut (25/3) mendatang. Oleh karena itu, diperlukan langkah penanganan yang terencana dan terkoordinasi agar kegiatan keagamaan dapat tetap berjalan dengan aman dan khidmat. Kementerian Agama Kabupaten Klungkung akan mengalokasikan bantuan dana awal sekitar Rp 50 juta sebagai bentuk dukungan perbaikan. Menjelang pelaksanaan pujawali, juga menggelar upacara pangulapan sebagai rangkaian penyucian pascabencana.
“Untuk selanjutnya pangempon pura dimohon segera menyusun proposal permohonan bantuan dengan melampirkan tahapan kegiatan, mulai dari pembersihan lokasi, penataan kembali, hingga rencana perbaikan palinggih yang terdampak, untuk membantu secara keseluruhan,” kata Winda Kusuma. Kemenag Klungkung berharap terjalin sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan dalam upaya pemulihan pura sehingga fungsi keagamaan dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya. 7 gik
Komentar