nusabali

Warga Badung Berlomba Urus Persyaratan Administrasi, Reward Akta Kematian Cair Rp24,37 Miliar

Tahun 2026 Digelontor Hampir Rp 45 Miliar

  • www.nusabali.com-warga-badung-berlomba-urus-persyaratan-administrasi-reward-akta-kematian-cair-rp2437-miliar

Program reward akta kematian cukup efektif, karena secara administrasi, Disdukcapil mendapatkan data yang benar-benar valid

MANGUPURA, NusaBali
Program pemberian penghargaan atas prestasi tertib administrasi pengurusan akta kematian di Kabupaten Badung efektif meningkatkan kesadaran masyarakat untuk segera mengurus administrasi kependudukan. Sejak dimulai pada 1 April 2025 hingga Desember 2025, sebanyak 2.513 warga telah menerima reward dengan total realisasi anggaran mencapai Rp24,37 miliar.

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadis Dukcapil) Badung, Dr Putu Suryawati mengatakan, program ini dilaksanakan sebagai upaya mendorong tertib administrasi kependudukan sekaligus memperbaiki kevalidan data penduduk. Menurut Suryawati, data kematian yang dilaporkan tepat waktu sangat penting karena juga berkaitan langsung dengan berbagai program pemerintah lainnya. “Jadi, yang 2.513 ini adalah yang memperoleh reward saja. Untuk kepengurusan akta kematian yang dilakukan sebelum ada program ini atau yang kematiannya sudah lama, itu tidak termasuk dalam angka tersebut,” ujar Suryawati, Selasa (20/1).

Besaran reward yang diberikan bervariasi tergantung kecepatan pengurusan akta kematian. Untuk pengurusan dalam waktu 1 sampai 7 hari, masyarakat menerima Rp10 juta. Sementara pengurusan 8 sampai 15 hari mendapat Rp7,5 juta, dan 16 sampai 30 hari memperoleh Rp5 juta. “Dari total realisasi April hingga Desember 2025, penerima reward Rp10 juta tercatat sebanyak 2.260 orang. Penerima Rp7,5 juta sebanyak 204 orang, sedangkan penerima Rp5 juta sebanyak 49 orang,” beber Suryawati.

Suryawati yang juga Sekretaris Dinas Dukcapil Badung itu melanjutkan, untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran sebesar Rp44,9 miliar dengan perkiraan penerima sebanyak 4.499 orang. “Kita targetkan hampir sama, karena jumlah kematian tidak bisa diprediksi, tapi program ini akan terus kita lanjutkan,” kata Suryawati.

Dikatakan, program reward akta kematian cukup efektif, karena secara administrasi, Disdukcapil mendapatkan data yang benar-benar valid. Selain itu, program tersebut sangat memotivasi masyarakat untuk segera mengurus akta kematian anggota keluarganya. “Dengan adanya program ini, masyarakat jadi berlomba-lomba mengurus akta kematian keluarganya. Hanya saja, memang antreannya jadi panjang saat ke Disdukcapil, karena masyarakat ingin mendapat nilai reward yang paling besar,” ucapnya.

Suryawati menyebut, sebelum adanya program reward ini, masih banyak masyarakat yang enggan mengurus akta kematian. Bahkan, ada kasus warga yang meninggal bertahun-tahun lalu, namun tercatat masih hidup dalam database kependudukan. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya data ganda atau tidak akurat. “Ada yang meninggal tahun 2019, bahkan 2009, baru diurus akta kematiannya. Sehingga kami tidak bisa menghapus data kependudukan kalau masyarakat tidak melaporkan peristiwa kematian. Dengan program ini, kesalahan data bisa diminimalisir,” jelas Suryawati.ind

Komentar