nusabali

BI Proyeksikan Ekspansi Menguat Awal 2026

Kinerja Dunia Usaha Tetap Terjaga

  • www.nusabali.com-bi-proyeksikan-ekspansi-menguat-awal-2026

Optimisme pelaku usaha menguat memasuki triwulan I 2026, ditopang musim panen serta peningkatan permintaan Ramadhan dan Idul Fitri.

DENPASAR, NusaBali
Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2025 tetap terjaga, tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,61 persen berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Meski demikian, capaian tersebut sedikit menurun dibandingkan triwulan III 2025 yang tercatat sebesar 11,55 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (19/1), menyampaikan bahwa secara umum mayoritas lapangan usaha masih menunjukkan kinerja positif. SBT tertinggi tercatat pada lapangan usaha jasa keuangan sebesar 1,95 persen.

Kinerja positif juga terlihat pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor dengan SBT 1,21 persen, industri pengolahan sebesar 1,18 persen, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 1,02 persen, informasi dan komunikasi 0,90 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum 0,77 persen.

Menurut BI, aktivitas dunia usaha tersebut sejalan dengan meningkatnya kegiatan ekonomi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru yang mendorong permintaan domestik.

Pada periode yang sama, BI juga mencatat kapasitas produksi terpakai berada pada level 73,15 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan triwulan III 2025 sebesar 73,84 persen, namun lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2024 yang tercatat 72,91 persen.

Kapasitas produksi terpakai tersebut terutama ditopang oleh lapangan usaha pengadaan listrik serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum dinilai tetap baik, baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang relatif lebih mudah.

Ke depan, responden survei memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan I 2026 akan meningkat dengan SBT sebesar 12,93 persen. Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025 maupun triwulan I 2025 yang masing-masing tercatat 10,61 persen dan 7,63 persen.

Peningkatan tersebut terutama diprakirakan terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan SBT 1,95 persen seiring masuknya musim panen. Selain itu, industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, serta perdagangan besar dan eceran juga diperkirakan menguat sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

Sejalan dengan SKDU, BI juga mencatat kinerja lapangan usaha industri pengolahan pada triwulan IV 2025 berada pada fase ekspansi. Hal ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) BI yang berada di level 51,86 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 51,66 persen.

Untuk triwulan I 2026, kinerja industri pengolahan diprakirakan terus meningkat dengan PMI-BI sebesar 53,17 persen. Ekspansi diproyeksikan didorong oleh meningkatnya volume pesanan, produksi, persediaan barang jadi, serta perbaikan kecepatan penerimaan barang input, menandakan optimisme dunia usaha memasuki awal 2026. 7ant

Komentar