nusabali

Sanggar Seni Werdhi Asih Gelar Lomba Tari se-Bali di Desa Kelusa

  • www.nusabali.com-sanggar-seni-werdhi-asih-gelar-lomba-tari-se-bali-di-desa-kelusa

GIANYAR, NusaBali.com — Sanggar Seni Werdhi Asih menggelar lomba tari tingkat Bali pada Sabtu (17/1/2026) di Wantilan Jaba Pura Hyang Api, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar. Ajang ini menjadi lomba tari perdana tingkat provinsi yang diselenggarakan sanggar tersebut, setelah pada tahun sebelumnya hanya menggelar lomba ogoh-ogoh mini tingkat kecamatan.

Lomba tari se-Bali ini diikuti 117 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Bali, seperti Badung, Tabanan, Klungkung, Bangli, Denpasar, dan Gianyar. 

Ketua Sanggar Seni Werdhi Asih Ni Ketut Vila Harini mengatakan, lomba ini digelar sebagai upaya membuka ruang dan wawasan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap dunia seni tari Bali. Menurutnya, di tengah perkembangan zaman modern, diperlukan wadah yang mampu menumbuhkan semangat berkesenian sekaligus melahirkan bibit-bibit penari muda.

“Melalui lomba ini kami ingin memberikan motivasi, pengalaman, dan kesempatan bagi seniman muda Bali untuk mengembangkan bakatnya. Ini juga menjadi langkah pelestarian seni dan budaya Bali agar tetap hidup dan berkelanjutan,” ujar Vila Harini.

Ia menambahkan, Kabupaten Gianyar selama ini dikenal sebagai pusat seni dan budaya Bali. Oleh karena itu, lomba ini juga diharapkan mampu memperkuat citra Desa Kelusa dan Kecamatan Payangan sebagai bagian dari wilayah yang aktif mendukung perkembangan seni tari.

Lomba kali ini mempertandingkan empat kategori tari, yakni Tari Puspanjali untuk usia 6–9 tahun dengan 19 peserta, Tari Condong usia 8–13 tahun sebanyak 35 peserta, Tari Baris Tunggal Babak I usia 8–13 tahun dengan 21 peserta, serta Tari Jauk Keras usia 13–18 tahun yang diikuti 42 peserta. Setiap kategori memperebutkan juara I hingga VI, terdiri atas juara umum I–III dan juara harapan I–III.

Event ini mengusung tema “Karuna Virya Jaya Siddhi” yang dimaknai sebagai perjalanan seorang penari yang lahir dari kasih sayang (karuna), berproses dengan semangat dan keberanian (virya), meraih kejayaan di panggung (jaya), hingga mencapai keberhasilan dan kesuksesan (siddhi).

Puncak acara lomba turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Gianyar Ayu Indrawati selaku pembina dan penasehat tertinggi Sanggar Seni Werdhi Asih yang sekaligus meresmikan kegiatan. Hadir pula Kepala Bidang Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Dinas Kebudayaan Gianyar I Wayan Sila, perangkat dan prajuru desa, sponsor, media partner, serta seluruh anggota sanggar.

Penilaian lomba dilakukan secara langsung oleh tiga dewan juri, yakni I Wayan Gede Aditya Pratita, S.Pd., M.Sn, I Gusti Ngurah Agung Giri Putra, S.Sn., M.Sn, dan Putu Fenny Diaristha, S.Sn. Setiap peserta diberikan durasi pementasan sekitar lima hingga delapan menit dengan kriteria penilaian meliputi wiraga, wirama, dan wirasa.

Vila Harini menjelaskan, kategori tari yang dipilih merupakan tarian dasar yang memiliki keunikan dan menjadi fondasi berbagai gerak tari Bali. Sasaran utama lomba ini adalah pelajar, dengan tujuan memberikan pengalaman baru, menambah relasi, serta memperoleh evaluasi langsung dari dewan juri.

“Kami berharap kegiatan ini bisa rutin digelar setiap tahun, melihat antusiasme peserta yang sangat tinggi. Selain itu, lomba ini juga menjadi rangkaian uji kenaikan tingkat anggota Sanggar Seni Werdhi Asih tahun 2026,” katanya.

Sebagai informasi, Sanggar Seni Werdhi Asih berdiri sejak 2018 dan disahkan oleh Dinas Kebudayaan Gianyar pada 17 April 2024, serta distandarisasi oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali pada 6 Desember 2024. Sanggar ini beralamat di Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, dan dikelola secara mandiri oleh pendirinya, Ni Ketut Vila Harini. *m03

Komentar