FHI Ajukan Diri Jadi Calon Anggota KONI Buleleng
SINGARAJA, NusaBali - Federasi Hockey Indonesia (FHI) resmi mengajukan diri sebagai calon anggota KONI Kabupaten Buleleng. Pengajuan tersebut disampaikan dalam audiensi dengan KONI Buleleng, Senin (19/1/2026), sebagai langkah awal membawa cabang olahraga hockey masuk dalam pembinaan resmi daerah.
Sekretaris Umum FHI Bali Nana Satriana, menyampaikan Buleleng sejatinya menjadi target utama pengembangan hockey di Bali. “FHI Bali saat ini baru terbentuk di lima daerah, yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, dan Jembrana. Buleleng ini kabupaten keenam,” ujar Nana.
Ia menyebut Buleleng memiliki potensi besar karena adanya Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha. Penjajakan di Buleleng disebutnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Bahkan 2022 lalu, latihan FHI Bali dilakukan di Buleleng, dengan banyak atlet berasal dari Undiksha.
“Saat Pra PON kualifikasi, sebagian atlet kami juga dari Undiksha. Banyak mantan atlet Buleleng yang kini aktif di kepengurusan,” kata Nana.
Meski demikian, keterbatasan sarana masih menjadi kendala. Saat ini FHI Buleleng baru memiliki 12 stik dan enam bola, serta belum memiliki perlengkapan khusus penjaga gawang. Kondisi ini berbeda dengan daerah lain seperti Gianyar yang relatif berlimpah fasilitas.
“Kami akui peralatan hockey memang mahal. Tapi dengan keterbatasan itu, kami tetap bisa menggelar ekshibisi di Porprov Bali di Tabanan,” ungkap Nana.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Buleleng, I Putu Nova Anita Putra, dalam pertemuan itu menegaskan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum FHI Buleleng ditetapkan sebagai anggota. Di antaranya kepengurusan yang aktif, sekretariat, program latihan berkelanjutan, keikutsertaan dalam kejuaraan, serta sebaran pengurus dan atlet minimal di lima kecamatan.
“Setelah diterima sebagai calon anggota, akan dilakukan evaluasi selama dua tahun penuh. Baru setelah itu diputuskan layak atau tidak menjadi anggota KONI Buleleng,” ujar Nova.
Selama masa evaluasi, KONI akan memantau eksistensi dan keseriusan pengurus cabang, termasuk keberadaan atlet, pelatih, wasit, klub, serta kesinambungan kegiatan. Dana stimulan, pembinaan, dan kejuaraan baru bisa diberikan setelah resmi menjadi anggota KONI.
“KONI Buleleng menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan pembinaan atlet lokal asal Buleleng. Jadi kami mewarisi semangat pembibitan anak-anak kami di Buleleng. Bukan malah nanti mendatangkan atau mengimpor atlet dari luar daerah untuk keperluan kejuaraan,” terang dia.
Nova menyebut seluruh tahapan dan persyaratan tetap harus dilalui sesuai mekanisme organisasi. Jika dinyatakan memenuhi syarat setelah masa evaluasi, hockey berpeluang resmi menjadi cabang olahraga anggota KONI Buleleng.7 lik
Komentar