nusabali

Hujan Picu Antrean Truk di TPA Suwung

  • www.nusabali.com-hujan-picu-antrean-truk-di-tpa-suwung

Pihak swakelola menyiasati dengan ambil sampah terlebih dahulu, kemudian sampah disimpan di dalam truk sambil menunggu giliran masuk ke area pembuangan.

DENPASAR, NusaBali
Musim hujan yang masih berlangsung menimbulkan berbagai kendala operasional di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar Selatan. Kondisi jalan yang berlumpur dan licin mengakibatkan antrean truk pengangkut sampah kerap terjadi, sehingga berdampak pada kelancaran pengangkutan sampah dari wilayah permukiman dan sektor usaha.

Antrean truk sampah di TPA Suwung menjadi tantangan tersendiri bagi pihak swakelola pengangkutan sampah. Salah seorang sopir truk swakelola mandiri, Rian, saat diwawancarai, Senin (19/1), menyatakan antrean tersebut kerap menghambat jadwal pengangkutan sampah di masyarakat.

Menurut Rian, sampah di permukiman dan sektor usaha harus diangkut setiap hari. Jika terjadi keterlambatan, masyarakat kerap mengeluhkan layanan pengangkutan yang dianggap tidak sebanding dengan biaya yang telah dibayarkan.

“Kalau sampah tidak diambil setiap hari, warga pasti complain. Padahal kendalanya bukan di tarif jasa, tetapi antrean panjang di TPA,” ucapnya.

Dia menambahkan, minimnya pemilahan sampah dari sumber turut memperberat beban TPA. Jika masyarakat mau memilah sampah sejak dari rumah, volume sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan sehingga proses penanganan menjadi lebih ringan.
“Kalau pemilahan berjalan, sampah yang masuk ke TPA pasti berkurang. Tapi kebiasaan itu memang masih sulit diterapkan,” katanya.

Akibat antrean yang terjadi, pihak swakelola terpaksa menambah armada agar pengangkutan sampah ke masyarakat tetap berjalan. Sampah diambil terlebih dahulu dan disimpan di dalam truk sambil menunggu giliran masuk ke area pembuangan. “Kadang kami ambil dulu sampahnya, lalu truk menunggu sampai bisa buang ke TPA,” kata Rian.

Sementara itu, Kepala UPTD TPA Suwung, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Ni Made Armadi, membenarkan bahwa curah hujan tinggi sangat memengaruhi operasional TPA. Hujan yang turun terus-menerus menyebabkan akses jalan di area TPA menjadi berlumpur dan licin.

“Jalan di dalam TPA berada di atas timbunan sampah sehingga struktur tanahnya labil. Saat hujan turun, kondisi jalan cenderung menurun dan licin, sehingga mengganggu operasional dan berisiko bagi kendaraan,” jelasnya.

Kondisi tersebut tidak hanya memperlambat proses pembuangan sampah, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan petugas dan sopir truk yang beraktivitas di dalam kawasan TPA.

Sebagai langkah penanganan, UPTD TPA Suwung terus melakukan upaya perbaikan, di antaranya pembersihan lumpur di jalur akses keluar, perbaikan jalan, serta pembenahan saluran got di dalam area TPA.

“Kami terus melakukan penanganan agar operasional tetap berjalan meskipun di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat,” tandas Armadi. 7 mis

Komentar