Diterjang Angin Ngelinus, Bangunan 14 KK Rusak
NEGARA, NusaBali - Bencana angin ngelinus (angin puting beliung) menerjang wilayah Banjar Anyar Tengah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Minggu (18/1) sore.
Meski tidak ada korban jiwa, terjangan angin kencang yang terjadi di tengah guyuran hujan intensitas itu mengakibatkan kerusakan pada bangunan milik 14 Kepala Keluarga (KK) dan memaksa sejumlah warga mengungsi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengungkapkan bahwa bencana itu berdampak pada 14 KK. Embusan angin kencang yang datang secara mendadak tersebut merontokkan genteng dan asbes berbagai bangunan, meliputi rumah tempat tinggal, dapur, garasi, bale sari, warung, serta bangunan pelengkap lainya. "Seluruh kerusakan tercatat kategori kerusakan ringan," ucapnya, Senin (19/1).
Meski demikian, ada dua keluarga yang sempat harus mengungsi ke rumah tetangga terdekat akibat kondisi rumah yang bocor dan tidak memungkinkan untuk ditempati sementara waktu. Dua keluarga itu yakni keluarga I Ketut Arcana dan Ni Luh Widiani. BPBD Jembrana masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait total kerugian materiil yang diderita warga. "Tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Setelah menerima laporan itu, kita juga sudah langsung melakukan penanganan darurat," ucapnya.
Sebagai langkah penanganan cepat, Palang Merah Indonesia (PMI) Jembrana telah mendistribusikan bantuan darurat berupa lima lembar terpal. Bantuan itu difokuskan untuk menutupi atap-atap rumah yang bolong guna melindungi barang-barang berharga milik warga dari potensi hujan susulan.
Pascakejadian, sinergi antara aparat dan masyarakat langsung terlihat. Pada Senin (19/1) pagi, Kelian Banjar bersama warga setempat mengoordinasikan kegiatan gotong royong untuk membersihkan puing-puing bangunan termasuk perbaikan terhadap kerusakan atap rumah warga.
Menyikapi rentetan cuaca ekstrem belakangan ini, Agus Artana mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. Warga diminta selalu mengutamakan keselamatan diri dan mengamankan barang-barang di sekitar rumah. "Hindari berteduh di bahwa pohon besar atau bangunan yang rawan roboh dan segera melapor apabila terjadi keadaan darurat," ucapnya.7ode
Komentar