BNN Fokus Lindungi Anak dari Narkoba
JAKARTA, NusaBali - Kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia kini masuk ke semua lini, termasuk anak-anak.
Narkoba yang menyasar anak-anak dinilai menjadi hulu dari masalah ini yang harus dicarikan solusianya. Salah satunya adalah melalui pendidikan anti narkoba di bangku sekolah.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai sejak usia dini melalui edukasi yang masif dan kolaboratif, khususnya di lingkungan keluarga dan sekolah. Hal itu diungkapkannya saat kunjungan kerja ke Kantor BNN Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (15/1).
Jenderal bintang tiga di pundak ini mengungkapkan tren penyalahgunaan narkotika di kalangan usia muda saat ini meningkat. Menurutnya, ini alarm serius bagi semua pihak untuk memperkuat ketahanan generasi penerus bangsa. Peran guru di sekolah sangat penting dalam memberi pemahahaman kepada siswa.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa penyalahgunaan narkoba sudah menyasar usia sangat dini, sehingga upaya pencegahan harus diperkuat sejak awal melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat,” tutur Komjen Suyudi.
Menurutnya, edukasi menjadi kunci utama dalam membangun kesadaran anak sejak dini agar mampu menolak pengaruh narkoba. Sejalan dengan itu, BNN terus memperkuat upaya pencegahan melalui Program Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA) yang menyasar lingkungan keluarga dan sekolah sebagai benteng awal perlindungan anak.
Kunjungan kerja Kepala BNN RI tersebut dilakukan bersama Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah dan didampingi Kepala BNN Kota Surakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kinerja satuan kerja BNN di daerah, termasuk dalam menghadapi dinamika permasalahan narkotika yang terus berkembang.7 ant
Komentar