BPBD Bali Tangani 44 Kejadian dalam 4 Hari
DENPASAR, NusaBali - Cuaca ekstrem yang melanda Bali sejak pertengahan Januari 2026 memicu rangkaian bencana dan gangguan alam di berbagai daerah.
Dalam rentang waktu hanya empat hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat puluhan kejadian mulai dari longsor hingga banjir yang menuntut penanganan cepat lintas instansi.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengungkapkan sepanjang periode 13 hingga 16 Januari 2026, tercatat sebanyak 44 kejadian bencana dan gangguan alam di sejumlah kabupaten/kota di Bali. Seluruh kejadian tersebut telah mendapat penanganan awal oleh BPBD bersama instansi terkait di masing-masing daerah.
“Total kejadian bencana dan gangguan selama empat hari terakhir mencapai 44 peristiwa. Seluruhnya sudah ditangani di lapangan oleh BPBD bersama unsur terkait,” ujar Gede Teja, Sabtu (17/1).
Dari total kejadian tersebut, bencana longsor mendominasi dengan 18 kejadian, disusul pohon tumbang sebanyak 15 kejadian. Selain itu, tercatat pula banjir di tiga lokasi, senderan jebol di empat titik, jalan jebol di tiga titik, serta satu kejadian angin kencang.
Salah satu kejadian yang mendapat perhatian khusus adalah banjir akibat luapan Sungai Pulukan di Desa Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Banjir yang terjadi pada Jumat (16/1) itu mengakibatkan puluhan rumah warga terdampak dan membutuhkan penanganan segera.
BPBD Provinsi Bali bersama BPBD Kabupaten Jembrana dan unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan material lumpur dan sisa banjir. Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Jembrana bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jembrana turut hadir memantau langsung penanganan di lapangan.
Akibat banjir luapan Sungai Pulukan, sebanyak 46 kepala keluarga tercatat terdampak. Dari jumlah tersebut, 16 kepala keluarga di antaranya memerlukan bantuan pembersihan rumah dan lingkungan.
“Atas nama Bapak Gubernur Bali, kami telah menyerahkan bantuan logistik kepada seluruh warga terdampak sebanyak 46 KK,” kata Gede Teja.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, paket sandang, serta paket kebersihan. Selain itu, BPBD Kabupaten Jembrana juga memberikan bantuan tambahan berupa terpal dan beberapa unit kompor kepada warga yang membutuhkan.
Hasil pendataan di lapangan juga menemukan adanya kerusakan fisik akibat banjir, di antaranya dua unit dapur warga dan satu kamar mandi yang rusak, serta tembok panyengker dengan panjang sekitar enam meter, jebol.
BPBD Provinsi Bali memastikan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait terus dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat tertangani dengan baik.
Di tengah masih tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah, BPBD Bali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan wilayah dengan kontur tanah labil.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Bali,” tandas Gede Teja. 7 tra
Komentar