Kawanan Monyet Rusak Plafon SDN 2 Wanagiri, Gangguan Intens 6 Bulan Terakhir
SINGARAJA, NusaBali - Gangguan kawanan monyet kembali merusak fasilitas belajar di SDN 2 Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Kali ini, kerusakan terjadi pada plafon sejumlah ruang kelas akibat kawanan monyet yang masuk melalui atap bangunan sekolah.
Kepala SDN 2 Wanagiri I Gede Suardana dihubungi Minggu (18/1), mengungkapkan kerusakan parah sudah terjadi sejak sekitar enam bulan terakhir. Meski sempat diperbaiki menggunakan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) pada November lalu, plafon kembali dirusak oleh kawanan monyet.
"Monyet itu masuk lewat atap yang rusak, kemudian berjalan di dalam plafon. Akibatnya plafon jebol. Ruang kelas 4, 5, dan 6 semua dimasuki monyet," ujar Suardana.
Ia menjelaskan, keberadaan monyet di lingkungan sekolah sebenarnya sudah terjadi lebih dari lima tahun terakhir. Namun sebelumnya monyet hanya berkeliaran di sekitar sekolah tanpa merusak bangunan. Kerusakan mulai terjadi intens sejak enam bulan terakhir.
Menurut Suardana, jumlah monyet yang masuk ke sekolah cukup banyak dan fluktuatif. Bahkan, pernah terjadi perkelahian antar kelompok monyet yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 75 ekor.
Meski fasilitas rusak, Suardana memastikan proses pembelajaran di SDN 2 Wanagiri masih berjalan normal. Monyet biasanya muncul saat kondisi sekolah sepi, terutama setelah siswa pulang.
"Kalau pagi dan siang saat anak-anak ramai, monyetnya keluar. Biasanya sore sampai pagi mereka kembali. Sementara ini belum sampai membahayakan siswa," kata Suardana.
Untuk mengantisipasi, pihak sekolah menyiapkan ketapel sebagai alat pengusir jika monyet turun ke area kelas. Dalam waktu dekat, sekolah juga akan melakukan perbaikan atap untuk mencegah monyet kembali masuk ke dalam plafon. Tukang dijadwalkan mulai bekerja pada Selasa mendatang.
Terkait penanganan lebih lanjut, pihak sekolah belum melaporkan kejadian tersebut ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Namun, sekolah sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Wanagiri, mengingat kantor desa yang berdekatan juga mengalami gangguan serupa akibat kawanan monyet.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, pihak sekolah bersama komite sebenarnya telah berupaya mengusir monyet. Namun jumlah kawanan justru terus bertambah.
"Pembelajaran tatap muka masih memungkinkan karena monyet hanya muncul saat sekolah sepi. Namun kami khawatir ke depan monyet bisa membahayakan siswa," ungkap Surya Bharata.
Disdikpora Buleleng akan segera berkoordinasi dengan BKSDA Bali untuk penanganan lebih lanjut agar kawanan monyet dapat dijauhkan dari lingkungan sekolah dan aktivitas belajar mengajar tetap aman.7 lik
Komentar