nusabali

Peluang Kerja ke Jepang Tinggi Pemkab Buleleng Siapkan Pelatihan Bahasa

  • www.nusabali.com-peluang-kerja-ke-jepang-tinggi-pemkab-buleleng-siapkan-pelatihan-bahasa

SINGARAJA,NusaBali.com - Pemerintah Kabupaten Buleleng serius menangkap peluang penempatan tenaga kerja ke Jepang yang terus meningkat. Salah satu upaya dilakukan melalui pembukaan pelatihan bahasa Jepang gratis di Balai Latihan Kerja (BLK) Lovina pada tahun 2026.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng Putu Arimbawa Minggu (18/1) mengatakan, pelatihan bahasa Jepang diprioritaskan karena tingginya kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Sepanjang tahun 2025, pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Jepang tercatat mencapai sekitar 2.500 orang.

“Bahasa menjadi syarat utama. Sistem kerja di Jepang menuntut kemampuan komunikasi penuh menggunakan bahasa Jepang,” ujar Arimbawa.

Pelatihan bahasa Jepang tersebut merupakan bagian dari tujuh paket pelatihan yang akan dilaksanakan BLK Lovina pada 2026. Dua paket dibiayai melalui APBD Kabupaten Buleleng dan secara khusus difokuskan pada bahasa Jepang. Sementara lima paket lainnya bersumber dari APBN.

Pendaftaran pelatihan dibuka mulai 19 Januari hingga 10 Februari 2026. Masyarakat dapat mendaftar langsung ke BLK Lovina, melalui laman Siap Kerja, maupun media sosial resmi Disnaker Buleleng. 

Syarat peserta yakni berusia minimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani, tanpa batasan jenis kelamin. Dokumen yang harus disiapkan meliputi fotokopi ijazah terakhir, KTP, KK, serta memiliki alamat email dan nomor telepon aktif.

Pelatihan dilaksanakan tanpa dipungut biaya. Karena keterbatasan ruang dan instruktur, pelatihan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 11 Maret hingga 30 April 2026, sedangkan gelombang kedua pada 4 Juni hingga 21 Juli 2026. Setiap gelombang diikuti 16 peserta.

“Kalau pendaftar melebihi kuota, akan dilakukan seleksi dengan prioritas masyarakat kurang mampu. Namun bila pendaftar tidak sampai 32 orang, semua yang memenuhi syarat akan diterima,” jelasnya.

Instruktur pelatihan akan didatangkan dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta berpengalaman. Kurikulum mengacu pada standar LPK, dan peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat sebagai bekal penempatan kerja.

Sementara itu, untuk pelatihan yang bersumber dari APBN, Disnaker Buleleng masih menunggu petunjuk teknis dari kementerian terkait. Informasi sementara, terdapat lima jenis pelatihan yang akan dibuka, yakni perawatan AC rumah tangga, menjahit pakaian wanita, komputer, instalasi listrik, dan spa terapis, dengan total 80 peserta. Arimbawa mengajak masyarakat Buleleng, khususnya pencari kerja, memanfaatkan peluang tersebut. *Lik

Komentar