Kemenag Klungkung Tanamkan Self Love
SEMARAPURA, NusaBali - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klungkung terus berupaya menanamkan nilai-nilai penguatan karakter dan kesehatan mental di kalangan remaja melalui pendekatan keagamaan yang humanis.
Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan Kampanye Agama Ramah Masyarakat (KARMA) yang digelar di SMP Negeri 4 Banjarangkan, Klungkung, Kamis (15/1). Dalam kegiatan itu, para siswa dikenalkan konsep self love atau cinta terhadap diri sendiri yang dikaitkan dengan ajaran Tat Twam Asi dan Tri Kaya Parisudha.
Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Banjarangkan, I Nyoman Tirtayasa, menjelaskan, materi self love disampaikan untuk membantu peserta didik memahami pentingnya menghargai diri secara positif dan seimbang. Menurutnya, mencintai diri sendiri bukan berarti bersikap egois, melainkan menyadari bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan yang memiliki nilai, sekaligus bagian dari kehidupan sosial yang harus saling menghormati. “Melalui Tat Twam Asi, siswa diajak memahami bahwa aku adalah kamu dan kamu adalah aku. Dari pemahaman itu tumbuh empati dan sikap saling menghargai,” ujarnya, Minggu (18/1).
Tirtayasa mengatakan, Tri Kaya Parisudha menekankan kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan. Pengendalian ketiga unsur ini dinilai penting agar remaja mampu menjaga keseimbangan diri, membangun kepercayaan diri yang sehat, serta menghindari perilaku negatif dalam pergaulan sehari-hari. Penyuluh Agama Hindu lainnya, Sang Ayu Putu Surahayuni, menambahkan, kegiatan KARMA tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga dilengkapi sesi konseling.
Setelah penyampaian materi selama 30 menit, para siswa diberikan ruang untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman. “Melalui sesi konseling, para siswa lebih terbuka menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Di sinilah nilai agama hadir sebagai penguat mental dan karakter,” ungkap Ayu Surahayuni.
Hal senada disampaikan Kadek Ita Yuliani. Menurutnya, pendekatan dialogis dan konseling menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan psikologis remaja saat ini. Dia menilai nilai-nilai agama yang disampaikan secara inklusif mampu memberi rasa aman, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan sikap toleran sejak dini. Melalui kegiatan ini, Kemenag Klungkung berharap para siswa SMP Negeri 4 Banjarangkan memiliki kesadaran diri yang positif, kepercayaan diri yang sehat, serta mampu menerapkan nilai-nilai Tat Twam Asi dan Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan bermasyarakat.
Pendekatan keagamaan yang ramah dan menyentuh sisi kemanusiaan ini diharapkan semakin menegaskan kehadiran Kemenag sebagai institusi yang tidak hanya melakukan pembinaan spiritual, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pembangunan karakter generasi muda. 7 gik
Komentar