Bupati Satria Target 100 Persen Akomodasi Wisata Berizin Resmi
SEMARAPURA, NusaBali - Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan komitmen Pemkab Klungkung untuk menertibkan sektor pariwisata, khususnya usaha akomodasi di Nusa Penida. Bupati menargetkan 100 persen usaha akomodasi wisata di Nusa Penida mengantongi perizinan resmi, menyusul kondisi saat ini di mana sekitar 90 persen akomodasi wisata masih belum berizin.
Menurut Bupati Satria, persoalan perizinan tidak semata berkaitan dengan administrasi, tetapi menyangkut tata kelola pariwisata, kontribusi terhadap pendapatan daerah, hingga jaminan kualitas dan keamanan layanan bagi wisatawan. “Faktanya saat ini sebagian besar akomodasi di Nusa Penida belum berizin. Ini tidak bisa dibiarkan. Ke depan, target kita jelas, seluruh usaha akomodasi harus memiliki izin resmi,” tegasnya, Minggu (18/1).
Bupati Satria menambahkan, setiap objek wisata yang dikomersialkan juga wajib dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah tidak akan serta merta melakukan penindakan represif. Pendekatan pembinaan dan pendampingan akan dikedepankan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat lokal. Namun demikian, kepatuhan terhadap aturan tetap menjadi keharusan agar tercipta iklim usaha yang sehat dan adil bagi seluruh pelaku pariwisata. Komitmen penataan pariwisata juga ditegaskan Bupati Satria saat membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung Tahun 2026 di Caspla Beach Club, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida, Jumat (16/1).
Rakercab diikuti sekitar 80 pelaku pariwisata se-Kabupaten Klungkung itu mengusung tema 'Membangun Ekosistem Pariwisata Klungkung yang Berkualitas, Berkelanjutan, dan Berdampak'. Bupati Satria hadir bersama Plt Kadis Pariwisata Klungkung I Gusti Agung Putra Mahajaya, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gede Sudiarkajaya, dan Camat Nusa Penida Kadek Yoga Kusuma.
Bupati Satria menekankan pembangunan pariwisata ke depan tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Menurutnya, pariwisata harus dibangun dengan menitikberatkan pada kualitas pengalaman wisatawan, keberlanjutan lingkungan dan budaya, serta dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal. “Pembangunan pariwisata tidak cukup mengejar kuantitas. Yang kami bangun adalah pariwisata berkualitas, berkelanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati Satria juga mendorong DPMPTSP untuk terus berbenah dalam memberikan pelayanan perizinan yang cepat, transparan, dan tepat sasaran. Selain penertiban akomodasi, Pemkab Klungkung juga merencanakan penataan dan standarisasi pengemudi pariwisata, mengingat peran strategis para driver sebagai salah satu wajah pariwisata daerah di mata wisatawan. “Pariwisata Klungkung akan dikembangkan berbasis kearifan lokal, sehingga memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain,” tegas Bupati Satria. 7 gik
Komentar