nusabali

Pemkab Tabanan Bantu Jaring Nelayan Rp 210 Juta

  • www.nusabali.com-pemkab-tabanan-bantu-jaring-nelayan-rp-210-juta

SINGASANA, NusaBali - Pemkab Tabanan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 210 juta pada tahun 2026 untuk bantuan alat tangkap nelayan berupa jaring. Total 260 buah jaring akan disalurkan kepada 11 kelompok nelayan yang tersebar di sejumlah kecamatan di Tabanan.

Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan para nelayan. Meski sebelumnya nelayan juga mengajukan permohonan bantuan bubu tradisional. Namun, realisasinya terkendala ketersediaan penyedia di E-Katalog.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan I Gede Bogarada, mengatakan penyerahan bantuan jaring direncanakan sekitar bulan Maret atau Juli 2026. Saat ini, prosesnya masih menunggu penyelesaian administrasi. “Total ada 260 buah jaring dengan nilai sekitar Rp 210 juta,” ujarnya, Minggu (18/1).

Menurut Bogarada, bantuan jaring diberikan sesuai dengan kebutuhan yang diusulkan nelayan. Sementara untuk bubu tradisional, terdapat kendala teknis karena bubu yang tersedia di E-Katalog tidak sesuai dengan kebutuhan nelayan Tabanan. “Yang tersedia bubu dari besi dengan kapasitas yang tidak sesuai dengan hasil tangkapan dan keperluan nelayan kita,” jelasnya.

Tahun 2026 Pemkab Tabanan baru bisa merealisasikan bantuan berupa jaring. Jika tidak ada hambatan, bantuan tersebut akan diterima oleh 11 kelompok nelayan, masing-masing dua kelompok di Kecamatan Kediri, dua kelompok di Kecamatan Kerambitan, dua kelompok di Kecamatan Selemadeg, dua kelompok di Kecamatan Selemadeg Timur, dan dua kelompok di Kecamatan Selemadeg Barat, serta satu kelompok di Kecamatan Tabanan.

Selain bantuan dari daerah, nelayan Tabanan juga berpeluang mendapatkan bantuan alat tangkap dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal ini menyusul koordinasi dengan perwakilan rakyat di DPR RI. “Pendataan jenis alat tangkap yang akan diusulkan masih berjalan. Rekapnya belum selesai dan masih kita kebut sebelum diajukan ke pusat,” kata Bogarada.

Terkait realisasi bantuan dari pusat, Bogarada menyebut biasanya disesuaikan dengan kuota yang tersedia. Artinya, tidak semua usulan bisa terealisasi penuh. “Misalnya kita usulkan 10 unit, yang terealisasi bisa saja hanya lima. Jenis usulannya bisa berupa mesin atau jaring dengan kapasitas lebih besar,” tandasnya. 7des

Komentar