Gerindra Bali Dukung Pilkada oleh DPRD
Pilkada melalui DPRD memastikan pemimpin daerah dipilih berdasarkan kapasitas, rekam jejak, dan integritas, bukan sekadar popularitas
DENPASAR, NusaBali
DPD Partai Gerindra Bali menyatakan sikap sejalan dengan keputusan DPP Gerindra dan Fraksi Gerindra di DPR RI yang mendukung wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, menegaskan dukungan tersebut merupakan sikap resmi partai di daerah yang mengikuti kebijakan pusat. “DPD Gerindra Bali sejalan sepenuhnya dengan keputusan DPP dan sikap Fraksi Gerindra di DPR RI.
Kami mendukung mekanisme Pilkada melalui DPRD sebagai opsi demokratis yang sah dan pernah berlaku di Indonesia. Namun kami juga ingin menegaskan, di tengah situasi bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, prioritas bangsa saat ini tetap pemulihan dan solidaritas untuk masyarakat terdampak,” ungkap De Gadjah, Sabtu (17/1).
Terkait alasan dukungan tersebut, De Gadjah menyebut ada sejumlah pertimbangan mendasar, tidak semata soal efisiensi anggaran. “Alasan kami cukup jelas. Pertama, efisiensi anggaran dan penurunan biaya politik. Pilkada langsung selama ini membutuhkan biaya yang sangat besar, dan itu berimplikasi pada kualitas pemerintahan,” ujar De Gadjah.
Kedua, Pilkada melalui DPRD bisa menciptakan stabilitas politik daerah karena prosesnya lebih deliberatif. Ketiga, mekanisme ini membantu memastikan pemimpin daerah dipilih berdasarkan kapasitas, rekam jejak, dan integritas, bukan sekadar popularitas. Menjawab pertanyaan soal kedaulatan rakyat, De Gadjah menegaskan bahwa Pilkada melalui DPRD tetap sejalan dengan prinsip demokrasi. “Tetap sejalan. DPRD adalah wakil rakyat yang dipilih langsung dalam pemilu legislatif. Jadi ketika DPRD menjalankan kewenangannya memilih kepala daerah, itu adalah bentuk penyaluran kedaulatan rakyat melalui wakil yang mereka pilih sendiri. Demokrasi tidak hilang, hanya dijalankan melalui mekanisme perwakilan yang juga sah secara konstitusi,” paparnya.
Ia juga menilai kualitas demokrasi lokal di Bali tetap terjaga meski mekanisme Pilkada dilakukan melalui DPRD, termasuk dari sisi partisipasi masyarakat. “Partisipasi masyarakat tetap ada, hanya bentuknya berbeda. Dalam mekanisme melalui DPRD, masyarakat bisa memberikan aspirasi melalui fraksi-fraksi, mengawasi prosesnya, dan memastikan transparansi. Dengan biaya politik yang lebih rendah, kita justru membuka ruang agar calon kepala daerah lebih fokus bekerja untuk masyarakat, bukan tersandera biaya kampanye. Jadi kualitas demokrasi tetap terjaga, bahkan bisa lebih substantif,” ujarnya.
Terkait apakah sikap tersebut murni mengikuti arahan pusat atau juga mempertimbangkan kondisi daerah, De Gadjah menyebut keduanya berjalan seiring. “Sikap kami sepenuhnya mengikuti arahan DPP. Namun tentu kami melihat konteks Bali: stabilitas politik, efektivitas pemerintahan daerah, dan efisiensi anggaran adalah hal penting bagi masyarakat Bali,” tegasnya.
Mekanisme Pilkada melalui DPRD bisa mendukung kepemimpinan yang lebih stabil, lebih fokus bekerja, dan lebih sesuai dengan kebutuhan tata kelola daerah. De Gadjah menekankan bahwa tujuan utama partai adalah menghadirkan kepemimpinan daerah yang berkualitas, di tengah situasi nasional yang juga membutuhkan perhatian bersama. Pada akhirnya, apa pun mekanisme yang dipilih, kata dia, adalah menghadirkan pemimpin daerah yang efektif, berintegritas, dan benar-benar bekerja untuk masyarakat. mao
Komentar