Kontingen APG Indonesia Langsung Geber Latihan di Thailand
JAKARTA, NusaBali - Kontingen Indonesia yang berkekuatan 290 atlet langsung menggeber latihan sehari setelah tiba di Nakhon Ratchasima, Thailand, yang bakal menjadi lokasi utama penyelenggaraan ASEAN Para Games (APG) 2025.
Dibagi dalam dua kloter, kontingen Indonesia telah mendarat di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Kamis (15/1). Kloter pertama tiba pada pukul 08.15 waktu setempat, sedangkan rombongan kedua mendarat pada pukul 15.45. Masing-masing kloter kemudian melanjutkan perjalanan darat sekitar empat jam menuju wilayah Nakhon Ratchasima. Rasa lelah yang timbul setelah melewati perjalanan yang panjang tak menyurutkan semangat para atlet untuk memaksimalkan persiapan.
Sebab, beberapa cabor langsung menggelar sesi latihan untuk memulihkan kondisi kebugaran para atlet. Salah satu cabor yang langsung menyambangi venue pertandingan adalah sepak bola cerebral palsy. Pelatih tim sepak bola cerebral palsy Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, menjelaskan timnya sengaja melakukan dua sesi latihan pada hari Jumat (16/1/2026).
Mereka menjalani latihan di Nakhon Ratchasima Rajabhat University Stadium, “Dengan kondisi pemain yang kelelahan karena perjalanan jauh, hari ini kami mencoba melakukan conditioning. Tadi pagi pun, kami sudah melakukan latihan ringan, supaya otot-otot para pemain lebih lemas. Latihan sesi sore juga sudah oke,” kata Yanuar, Jumat (16/1/2026) malam.
Yanuar menyebut, timnya masih memiliki beberapa hari sesi latihan menjelang laga perdana. Tim pelatih juga akan merancang periodisasi latihan agar para pemain bisa mencapai performa puncak. “Untuk kebugaran, kami hanya tinggal meningkatkan sedikit lagi untuk mencapai level puncak. Setelah itu, kami akan fokus ke aspek taktik dengan mempertimbangkan skema permainan lawan di ASEAN Para Games 2025 ini,” ucap Yanuar.
Sejauh ini, lanjut Yanuar, semua dalam kondisi sehat. "Tidak ada pemain yang mengalami cedera. Jadi, kami bisa menurunkan komposisi skuat yang utuh. Insya Allah, tim Indonesia akan berjuang dengan kekuatan penuh di ajang ini,” kata Yanuar.
Sementara Kapten Tim Sepak Bola Cerebral Palsy Indonesia, Yahya Hernanda, menegaskan kesiapan rekan-rekannya untuk bertempur di APG 2025. “Insya Allah kami siap untuk melahap latihan berikutnya hingga hari pertandingan. Persiapan para pemain saat ini sudah sangat maksimal. Kami sudah bisa beradaptasi dengan lapangan yang akan digunakan sebagai venue pertandingan,” imbuh Yahya.
Gelandang kelahiran Martapura, 26 November 1996 itu menyebut, timnya melahap sesi latihan passing. Hal ini bertujuan untuk beradaptasi dengan kondisi rumput Nakhon Ratchasima Rajabhat University Stadium yang juga menjadi venue pertandingan di ASEAN Para Games 2025.
“Selain untuk beradaptasi dengan lapangan, passing exercise Ini bertujuan untuk mengukur aliran bola kami, apakah aliran bolanya enak atau sulit. Kami memang sedikit terkendala dengan kondisi rumput yang tipis ini. Ini membuat bola lebih sulit untuk dikontrol,” kata alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin itu. 7 k22
Komentar