Turun Kunjungan Wisatawan ke Water Sport Tanjung Benoa
MANGUPURA, NusaBali - Kunjungan wisatawan ke kawasan wisata bahari di Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, cenderung turun.
Selain wisatawan domestik (wisdom), wisatawan mancanegara (wisman) juga turun, paling dominan terutama dari wisatawan Taiwan dan Jepang. Sementara wisatawan Eropa relatif masih bertahan.
“Yang menurun ini tamu Taiwan dan Jepang, itu drastis. Kalau bule (wisatawan asal Erupa, Red) hampir sama seperti tahun lalu. Domestik juga menurun,” kata salah seorang pengelola Wisata Bahari di Tanjung Benoa, I Made Wijaya alias Yonda, Jumat (16/1) siang.
Yonda yang juga Manager Pengelola Pandawa Water Sport, saat ini terjadi pergeseran komposisi wisman. Saat ini, kunjungan ke water sport Tanjung Benoa didominasi wisatawan asal India. Yonda menjelaskan, sebelumnya pangsa pasar India hanya sekitar 10 persen dan bahkan nyaris tidak ada, kini meningkat hingga sekitar 30 persen.
Ia menilai, salah satu faktor yang memengaruhi menurunnya kunjungan, khususnya wisdom, adalah dampak kebijakan efisiensi pemerintah pusat yang berimbas pada minimnya agenda kegiatan kementerian atau instansi di Bali. “Upaya pemerintah sebenarnya bisa dengan membuat model libur kejepit atau agenda outing pegawai. Dahulu kegiatan dari kementerian cukup banyak. Sekarang karena kebijakan efisiensi, event berkurang. Kalau ini digencarkan, saya yakin kunjungan bisa ramai lagi,” ucapnya.
Selain itu, Yonda juga melihat adanya kecenderungan wisatawan asing yang kini menyebar ke berbagai destinasi lain di Bali dan sekitarnya, seperti Nusa Penida, sehingga tidak seluruhnya terpusat di Tanjung Benoa. Meski demikian, ia tetap optimistis sektor wisata bahari akan kembali bergairah. Menurutnya, kekuatan utama Bali tetap terletak pada budaya, adat, dan daya tarik unik yang tidak dimiliki daerah lain.
“Di Bali saya yakin kunjungan akan meningkat lagi. Bali ini napasnya ada di budaya, adat dan istiadat, itu yang harus dipertahankan. Ditambah sekarang pemerintah juga sedang mengerjakan PR kemacetan. Kalau itu berjalan, saya optimistis pariwisata kembali naik,” ucap Yonda. 7 ris
Komentar