FASI Denpasar Matangkan Pembinaan Atlet
DENPASAR, NusaBali - Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Denpasar melakukan evaluasi pasca Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025 sebagai langkah awal mempersiapkan atlet menghadapi Porprov 2027.
Evaluasi tersebut menjadi dasar pembenahan organisasi, peningkatan kualitas latihan, serta penjaringan atlet baru. Ketua Umum FASI Denpasar, Made Supena, mengatakan pembinaan aerosport di Denpasar sebenarnya telah berjalan sejak sebelum 2018 dan kini semakin diperkuat setelah resmi menjadi anggota KONI Denpasar pada 2025.
“Pembinaan sudah berjalan cukup lama. Sekarang kita perkuat lagi supaya atlet bisa menguasai lebih banyak nomor pertandingan, khususnya di aeromodelling,” ujar Made Supena Jumat (16/1).
Pada Porprov Bali 2025, FASI Denpasar menurunkan atlet di cabang paralayang dan aeromodelling. Di cabang paralayang, Denpasar sukses memenuhi target dengan raihan dua emas, satu perak, dan dua perunggu. Sementara di aeromodelling, Denpasar hanya mengikuti nomor free flight karena keterbatasan anggaran dan spesialisasi atlet.
Menurut Made Supena, hasil di aeromodelling belum maksimal akibat perubahan lokasi pertandingan yang dilakukan mendadak sehingga atlet harus beradaptasi dengan kondisi cuaca dan karakter angin yang berbeda. “Perpindahan lokasi yang mendadak membuat atlet kurang mengenal cuaca dan arah angin. Itu cukup memengaruhi performa mereka,” jelasnya.
Memasuki tahun 2026, FASI Denpasar akan memfokuskan pembinaan pada peningkatan kualitas latihan, pembenahan peralatan, serta keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan. “Untuk paralayang, kita arahkan lebih banyak mengikuti kejuaraan dan memperkuat latihan ketepatan mendarat. Untuk aeromodelling, kita fokus ke peralatan dan penambahan spesialisasi nomor,” katanya.
Selain itu, penjaringan atlet baru juga terus dilakukan, terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang berminat pada olahraga aerosport.
Menghadapi Porprov Bali 2027 mendatang, FASI Denpasar optimistis mampu meningkatkan prestasi. “Kita menargetkan dua emas di paralayang dan minimal dua emas di aeromodelling. Mudah-mudahan bisa lebih baik dari Porprov sebelumnya,” pungkas Made Supena.
Made Supena berharap aerosport dapat lebih disosialisasikan ke masyarakat dan sekolah-sekolah agar tidak lagi dipandang sebagai olahraga mahal. “Aerosport itu tidak semuanya mahal. Ada alat yang biayanya di bawah Rp25.000. Mudah-mudahan bisa lebih disosialisasikan,” katanya.
Ia juga berharap dukungan pemerintah dalam penyediaan peralatan, khususnya untuk paralayang dan paramotor. “Peralatan paralayang dan paramotor itu mahal, dan sekarang banyak dipakai untuk bisnis. Kita berharap bisa dibantu pemerintah untuk menunjang prestasi atlet,” pungkasnya.
Dengan pembinaan terarah sepanjang 2026, FASI Denpasar optimistis mampu menyiapkan atlet yang lebih matang dan kompetitif untuk mengharumkan nama Kota Denpasar pada Porprov Bali 2027 mendatang. 7 cr81
Komentar