nusabali

Satu Tokoh Raksasa, ST Werdhi Sesana Fokus Guncang Pengerupukan

  • www.nusabali.com-satu-tokoh-raksasa-st-werdhi-sesana-fokus-guncang-pengerupukan

DENPASAR, NusaBali.com – Sekaa Teruna (ST) Werdhi Sesana, Banjar Tega, Tonja, tetap menunjukkan spirit berkarya dalam menyambut Tahun Baru Caka 1948 meski memutuskan tidak mengikuti lomba ogoh-ogoh tingkat Kota Denpasar pada Kasanga Festival 2026. Tahun ini, ST Werdhi Sesana menghadirkan satu tokoh karakter ogoh-ogoh berukuran besar yang difokuskan untuk memeriahkan malam Pengerupukan.

Ketua ST Werdhi Sesana, I Putu Gandhi Adi Priyatna, mengatakan keputusan tidak ikut lomba diambil seiring awal masa kepengurusannya sebagai ketua ST untuk periode 2026–2029. Proses pembuatan ogoh-ogoh sendiri baru dimulai pada 12 Januari 2026 dan hingga kini baru mencapai sekitar 5–10 persen.

“Ogoh-ogoh ini kami buat khusus untuk menyambut dan meramaikan malam Pengerupukan. Tahun ini kami memang tidak mengikuti lomba di tingkat kota,” ujar Gandhi.

Ia menjelaskan, ST Werdhi Sesana hanya menghadirkan satu tokoh karakter ogoh-ogoh dengan ukuran besar. Dari sisi anggaran, dana yang dialokasikan sebesar Rp15 juta, jauh lebih sederhana dibandingkan saat mengikuti lomba.

Meski tahun ini absen dari kompetisi, Banjar Tega Tonja memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam ajang lomba ogoh-ogoh Kota Denpasar. Sejak 2023 hingga 2025, banjar ini tercatat tiga kali lolos nominasi. Bahkan, pada 2010–2014 lalu, Banjar Tega Tonja juga pernah menembus nominasi tingkat kota. Gandhi mengungkapkan, pengalaman paling “mahal” terjadi pada garapan ogoh-ogoh tahun 2025 yang menghabiskan anggaran hingga menembus Rp100 juta.

Keputusan libur lomba pada Caka 1948 ini, lanjut Gandhi, didasari beberapa pertimbangan. Selain keterbatasan anggaran, ST di Banjar Tega Tonja mendapat giliran ngayah megambel saat rangkaian upacara Melasti. Di sisi lain, pihaknya juga ingin memberi ruang bagi banjar lain untuk berprestasi.

“Kami ingin ada pemerataan. Supaya tidak terkesan banjar itu-itu saja yang masuk nominasi,” ujarnya.

Meski demikian, semangat menyama braya dan berkarya tetap menjadi roh utama ST Werdhi Sesana. Melalui ogoh-ogoh yang dihadirkan tahun ini, mereka tetap ingin berkontribusi menyemarakkan suasana Pengerupukan sebagai bagian tak terpisahkan dari rangkaian Hari Raya Nyepi.

“Harapan kami, Kasanga Festival 2026 dapat berjalan lancar, dan seluruh ST se-Kota Denpasar diberikan kelancaran dalam berkarya maupun berlomba,” pungkas Gandhi. *m03

Komentar