Jalur Singaraja–Jembrana via Dapdap Putih Lumpuh 24 Jam Karena Longsor
SINGARAJA, NusaBali.com - Jalur Singaraja–Jembrana via Desa Dapdap Putih, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, lumpuh total selama 24 jam akibat longsor besar yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) sore. Material longsoran menutup seluruh badan jalan di tiga titik, sehingga kendaraan tidak bisa melintas sama sekali.
Longsor terjadi sekitar pukul 17.30 Wita. Tebalnya material tanah dan bebatuan membuat pembersihan tidak bisa dilakukan secara manual. Alat berat loader milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali baru tiba di lokasi pada Jumat (16/1) pagi untuk melakukan penanganan.
Hingga Jumat sore, proses pembersihan masih berlangsung. Kondisi jalan yang licin akibat hujan membuat pengerjaan berjalan lambat. Selain alat berat, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Buleleng juga dikerahkan untuk membersihkan sisa material longsor agar jalan aman dilalui.
Kapolsek Busungbiu AKP Wayan Sukrawan yang ditemui di lokasi, Jumat siang, mengatakan jalur tersebut ditutup total sejak kejadian. “Karena akses tertutup total, kami menghimbau pengguna jalan dari arah Pupuan menuju Jembrana atau sebaliknya agar menggunakan jalur alternatif. Pengalihan arus sudah dilakukan sejak tadi malam (Kamis malam) sampai kondisi benar-benar aman,” ujar AKP Sukrawan.

Jembatan ambruk penghubung Desa Bongancina dan Dapdap Putih Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Jumat (16/1/2026)-LILIK
Menurutnya, longsor terjadi di kawasan Desa Tista dengan tiga titik utama yang menutup badan jalan. Aparat kepolisian bersama instansi terkait masih bersiaga di lokasi untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
Tak hanya longsor, bencana juga merusak Jembatan Yeh Leh yang menghubungkan Desa Dapdap Putih dengan Desa Bongancina, Kecamatan Busungbiu. Jembatan selebar sekitar 6 meter dan tinggi 5 meter itu ambruk terbawa arus banjir, sehingga tidak bisa dilalui sama sekali.
Warga Desa Bongancina, Dewa Made Artana, mengatakan jembatan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas warga. “Ini jalur terdekat warga. Sekarang terpaksa memutar lewat Puncaksari atau Belatungan dengan waktu tempuh lebih lama,” kata Artana.
Ia menambahkan, jalur tersebut setiap hari dilalui pedagang sayur dan mobil pengangkut hasil kebun dari wilayah Bongancina dan sekitarnya. “Sekarang jadi terganggu, terutama untuk mobil yang biasa mengangkut hasil panen,” imbuh dia.
Hingga Jumat sore, aparat masih mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur terdampak longsor dan jembatan putus, serta tetap waspada mengingat intensitas hujan di wilayah Busungbiu masih tinggi.7 lik
Komentar