Diguyur Hujan, Jalan Titab–Puncaksari Jebol
Aktivitas Warga Busungbiu, Buleleng Terhambat
SINGARAJA, NusaBali - Rentetan bencana alam melanda Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Kamis (15/1) sore, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat. Sedikitnya 14 titik kejadian dilaporkan, mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, hingga jalan jebol yang merusak fasilitas umum dan rumah warga.
Kerusakan terparah terjadi di Desa Titab dan Desa Puncaksari. Jalan penghubung Banjar Dinas Balai Dangin, Desa Titab, dengan Banjar Dinas Puncaksari atau dikenal dengan jalur Batumegaang ini jebol sepanjang sekitar 60–65 meter dengan kedalaman mencapai 3 meter. Jalan selebar 3 meter itu tergerus aliran sungai dan kini hanya menyisakan bahu jalan.
Perbekel Titab I Wayan Suastika, Jumat (16/1), mengatakan jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju kebun. “Kebanyakan warga kami memiliki kebun di Desa Puncaksari. Saat ini belum ada akses jalan, hanya bisa lewat pinggirannya atau jalan setapak. Kendaraan roda empat tidak bisa lewat sama sekali,” ujar Suastika.
Akibat putusnya akses tersebut, mobilitas warga terganggu. Lalu lintas kendaraan hanya bisa dilalui sepeda motor dengan tingkat kehati-hatian tinggi. Jalur ini juga menjadi akses menuju SD Negeri 4 Puncaksari yang memiliki 25 siswa. Plt Camat Busungbiu I Nyoman Agus Tri Kartika Yuda menjelaskan selain di Titab dan Puncaksari, bencana juga terjadi di sejumlah desa lain. Di Desa Sepang Kelod terjadi tanah longsor. Di Desa Dapdap Putih, longsor telah ditangani Balai Jalan. Pohon tumbang dan longsor juga terjadi di Banjar Dinas Tegal Asih, Desa Puncaksari.
Di Desa Subuk, pohon dan tiang listrik roboh dan sudah ditangani PLN. Sementara di Desa Puncaksari dan Desa Tista, longsor sempat menimpa rumah warga dan ditangani secara gotong royong. “Untuk jalan jebol di Titab–Puncaksari ini yang paling besar dampaknya. Warga tidak terisolasi total karena sepeda motor masih bisa lewat, tapi kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa,” kata Agus Tri. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra yang turun langsung meninjau lokasi, Jumat pagi, menegaskan penanganan segera dilakukan karena jalur tersebut merupakan akses vital.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meninjau jalan ambles di Desa Titab, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Jumat (16/1). -LILIK
“Ini paling fatal, akses desa Titab ke Puncaksari terputus sekitar 50 meter. Ada sekolah di sana, jangan sampai terisolasi,” ujar Sutjidra. Menurut Sutjidra, penanganan darurat dilakukan dengan memanfaatkan alat berat milik relawan untuk membuka akses sementara. “Besok (hari ini) ditargetkan bisa dilalui, sementara untuk sepeda motor dulu. Mobil belum bisa karena kerusakannya cukup panjang,” imbuh Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng diinstruksikan untuk segera memasang kawat bronjong pada bahu jalan darurat yang sudah kerjakan alat berat. Sehingga badan jalan yang baru dibentuk, dapat lebih kokoh dan bisa dilalui warga. Pemkab Buleleng juga akan memperbaiki sistem aliran air dari hulu dan memperlebar jalur untuk mengantisipasi debit air besar, mengingat musim hujan masih berlangsung. Warga diimbau tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di jalur terdampak bencana.
Sementara itu dua satuan pendidikan di Kecamatan Busungbiu, juga terdampak dan terendam banjir dan lumpur. Keduanya yakni SMPN 3 Busungbiu dan SDN 4 Pucaksari. Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama Badan Pelaksana Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Disdikpora Buleleng mengimbau kepada Kepala Sekolah menyesuaikan proses pembelajaran, baik secara daring atau mandiri, sampai cuaca kembali kondusif. 7 lik
Komentar