nusabali

Penipuan Marak, Industri Vila Bali Bangun Sistem Verifikasi

  • www.nusabali.com-penipuan-marak-industri-vila-bali-bangun-sistem-verifikasi

MANGUPURA, NusaBali.com - Penipuan pemesanan vila di Bali kian mengkhawatirkan. Puluhan hingga ratusan wisatawan dilaporkan menjadi korban, dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Maraknya kejahatan digital ini mendorong industri vila di Bali membangun sistem verifikasi publik sebagai langkah untuk menekan praktik penipuan yang kian merajalela.

“Banyak tamu datang ke vila dengan bukti transfer. Tapi di sistem kami tidak ada data pemesanan. Tidak ada booking, tidak ada pembayaran. Tiba-tiba tamu sudah di depan vila,” ujar Ketua Bali Villa Rental & Management Association (BVRMA) Kadek Adnyana, Jumat (16/1).

Dalam pendataan, jumlah laporan penipuan telah tembus lebih dari seratus kasus. Mayoritas menyasar vila di segmen menengah ke atas. Ia mengatakan, nilai kerugian yang dialami korban per transaksi bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Jika diakumulasi kerugian wisatawan diperkirakan telah mencapai ratusan juta rupiah, bahkan berpotensi lebih besar karena tidak semua korban melapor ke asosiasi.

Di tengah kondisi tersebut, pihaknya pun membangun mekanisme pencegahan mandiri dengan merancang sebuah sistem verifikasi berbasis website. Sistem ini disiapkan sebagai rujukan awal bagi wisatawan untuk mengecek keabsahan vila maupun manajemen sebelum melakukan transaksi, sekaligus sebagai upaya mempersempit ruang gerak pelaku penipuan.

Website tersebut diluncurkan pada Januari 2026 dan memuat data vila serta manajemen yang telah diverifikasi asosiasi. Wisatawan diarahkan untuk mencocokkan nama vila atau pengelola yang mereka temukan di media sosial, website, maupun penawaran langsung. Jika tidak terdaftar, wisatawan diimbau meningkatkan kewaspadaan karena besar kemungkinan penawaran tersebut berada di luar sistem yang diakui industri.

“Sekarang kami siapkan website verifikasi melalui laman resmi kami di https://bvrma.org/verification-page supaya calon tamu bisa cek sebelum booking. Kalau nama vila atau manajemennya sudah terdaftar dan muncul di sistem, berarti aman. Kalau tidak ada, mereka harus ekstra hati-hati,” ucapnya.

Selain meluncurkan sistem verifikasi, BVRMA juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta platform digital dan Online Travel Agent (OTA). Kolaborasi lintas pihak ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku penipuan sekaligus membangun ekosistem pemesanan akomodasi yang lebih aman dan terpercaya. *ris

Komentar