nusabali

Tabanan Waspadai Ancaman Virus LSD pada Sapi

  • www.nusabali.com-tabanan-waspadai-ancaman-virus-lsd-pada-sapi

SINGASANA, NusaBali.com - Di tengah penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belum sepenuhnya tuntas, Kabupaten Tabanan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi. Meski hingga kini belum ditemukan kasus LSD di Tabanan, langkah antisipasi terus digencarkan untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit tersebut.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian Tabanan, drh. Gede Eka Partha Ariana, menegaskan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan belum ada sapi milik warga yang terjangkit LSD. Namun demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas. “Sampai saat ini belum ada ternak sapi warga Tabanan yang terserang LSD,” ujarnya, Jumat (16/1).

LSD merupakan penyakit virus yang menyerang sapi dan ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan pada kulit. Penyakit ini disebabkan virus Capripoxvirus dan penularannya melalui vektor, terutama serangga penghisap darah. Selain benjolan, gejala lain yang bisa muncul adalah demam, sapi tampak lesu, serta penurunan produksi susu.

Dibandingkan PMK, penyebaran LSD tergolong lebih lambat. Meski begitu, penyakit ini tetap berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak jika tidak dicegah sejak dini. Karena itu, Dinas Pertanian Tabanan mengintensifkan edukasi kepada peternak terkait penerapan biosecurity, pengendalian vektor, kebersihan kandang, serta pemantauan kesehatan ternak secara rutin.

Peternak juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan kandang, melakukan vaksinasi sesuai anjuran, dan segera melapor jika menemukan sapi dengan gejala mencurigakan. “Kami mengimbau peternak tidak menunggu sampai parah. Jika ada gejala, segera lapor agar bisa cepat ditangani,” tegas drh. Eka Partha.

Saat ini populasi sapi di Kabupaten Tabanan tercatat sebanyak 31.007 ekor. Dari jumlah tersebut, sekitar 17.000 ekor telah mendapatkan vaksinasi PMK sesuai target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Bali. Di sisi lain, populasi sapi di Tabanan dalam beberapa tahun terakhir cenderung menurun, dipengaruhi berkurangnya lahan hijauan pakan serta pergeseran mata pencaharian masyarakat ke sektor jasa.* des

Komentar