Penjualan Bright Gas di Bali Tumbuh 391 Persen
Pertamina Patra Niaga Gandeng UMKM Fast Food
DENPASAR, NusaBali.com – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Sales Area Retail Bali terus mendorong peningkatan penjualan LPG Non-PSO Bright Gas dengan menggandeng pelaku UMKM kuliner, khususnya sektor fast food, melalui skema kerja sama Business to Business (B2B) di seluruh wilayah Provinsi Bali.
Program ini diarahkan sebagai solusi pemenuhan energi bagi pelaku usaha menengah ke atas yang membutuhkan pasokan LPG dalam jumlah besar, aman, dan sesuai regulasi. Bright Gas tersedia dalam kemasan 5,5 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram, dengan sistem pengiriman cepat langsung dari agen resmi Non-PSO Pertamina.
Sales Area Manager Retail Pertamina wilayah Bali, Endo Eko Satryo, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/1/2026), menyampaikan bahwa kerja sama B2B Bright Gas tidak hanya menjamin ketersediaan pasokan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi mitra usaha. “Selain pasokan yang terjamin, mitra usaha juga mendapatkan layanan pengiriman langsung, after sales service, serta peluang menjadi sub-penyalur Bright Gas,” ujarnya.
Pertamina mencatat masih adanya tantangan penggunaan LPG bersubsidi (PSO) di sektor usaha, yang berpotensi menimbulkan penyelewengan subsidi sekaligus risiko keselamatan. Karena itu, Pertamina mendorong pelaku usaha kuliner dan fast food untuk beralih menggunakan LPG Non-PSO Bright Gas yang lebih tepat sasaran.
Sejalan dengan upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Bali telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra usaha, antara lain Ayam Crispy Kriuk (ACK), Laundry Sung, BUPDA Canggu, dan BUPDA Dalung. Implementasi kerja sama dilakukan melalui sosialisasi bersama pemerintah daerah, inspeksi mendadak (sidak) terpadu, hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Hasilnya, program B2B Bright Gas di Bali menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan penjualan tercatat mencapai 391 persen atau setara 3.194 metrik ton (MT). Pertamina juga telah menandatangani MoU B2B dengan lebih dari 100 outlet ACK, dengan total outlet Bright Gas di Bali kini mencapai 1.302 outlet.
“Pertumbuhan penjualan Bright Gas di Bali mencapai 391 persen. Ini menunjukkan pelaku usaha semakin sadar pentingnya penggunaan LPG Non-PSO yang aman dan tepat sasaran, terutama di sektor kuliner dan fast food,” kata Endo.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa program ini sekaligus mendukung kebijakan pemerintah terkait penggunaan LPG sesuai peruntukannya.
“Program B2B Bright Gas ini merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung UMKM kuliner agar menggunakan energi yang aman, berkualitas, dan sesuai regulasi. Selain meningkatkan penjualan Bright Gas, program ini juga menjadi upaya bersama mencegah penyalahgunaan LPG subsidi,” ujarnya.
Saat ini, Pertamina Patra Niaga wilayah Bali masih membuka peluang kerja sama bagi pelaku UMKM kuliner maupun sektor usaha lainnya yang ingin bergabung dalam program B2B Bright Gas. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Pertamina Contact Center 135.
Komentar