Pemkab Badung Lakukan Penataan Pantai Kuta
Isi Kembali Pasir di Area Terdampak Abrasi
MANGUPURA, NusaBali - Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta bergerak menyikapi kondisi Pantai Kuta yang compang camping akibat abrasi.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemerintah Kabupaten Badung kini tengah melakukan penataan pasir yang mulai dilakukan sejak Selasa (13/1) lalu.
“Kalau kita bicara Kuta, salah satu yang paling menonjol adalah surfing. Ombaknya yang indah dan lima besar terbaik dunia, menjadikan daerah ini terkenal di kalangan wisatawan internasional. Saya ingin mengembalikan kejayaan Kuta, menjaga orisinalitas serta kenyamanan wisatawan, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan oleh masyarakat lokal,” tegas Bupati Adi Arnawa.
Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Badung Anak Agung Rama Putra, mengatakan pengisian pasir mulai dilakukan sejak Selasa. Selain mengisi kembali area terdampak abrasi, pihaknya juga melakukan perapian jalur pejalan kaki atau pedestrian yang terdampak pergerakan pasir dan gelombang tinggi.
Pria yang akrab disapa Gung Rama menjelaskan, pekerjaan saat ini fokus di depan Hardrock Kuta hingga ke arah selatan, serta di kawasan depan Beachwalk Shopping Center. Penanganan dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan akibat abrasi, dengan total panjang area terdampak sekitar 100 meter.
Ia menambahkan, lokasi abrasi di Pantai Kuta juga mengalami pergeseran. Jika tahun lalu abrasi dominan terjadi di sekitar setra (kuburan) Desa Adat Kuta sebelah Tsunami Shelter, namun kini bergeser ke arah timur. “Sekarang abrasinya bergerak ke timur, di depan Hardrock dan depan Beachwalk. Kita tangani spot-spot yang rusak, kira-kira totalnya sekitar 100 meter,” katanya.
Ia lebih lanjut mengatakan, pasir yang digunakan merupakan pasir eksisting di kawasan pantai. Pasir diambil dari lokasi kemudian dikumpulkan dan dipindahkan untuk mengisi kembali bagian pantai yang terkikis gelombang tinggi. Dalam pelaksanaannya, pihaknya menurunkan masing-masing satu unit buldoser dan eskavator.
Dari sisi anggaran, kegiatan ini disebut dilaksanakan secara swakelola dengan sistem upah tenaga kerja harian. Pemeliharaan Pantai Kuta pun direncanakan terus dilakukan sepanjang tahun, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Ia pun berharap melalui pemeliharaan ini, Pantai Kuta kembali stabil dan memberi rasa nyaman bagi pengunjung. “Kita harapkan pemeliharaan ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung, baik luar negeri dan dalam negeri yang ingin pergi ke daerah Pantai Samigita,” harapnya. @ ris
Komentar