BPD Bali – Kantor Pertanahan Gianyar Dukung Pertanian Organik di Desa Petak
Sinergi Reforma Agraria dan Kearifan Lokal
GIANYAR, NusaBali - Kantor Pertanahan Kabupaten Gianyar memfasilitasi penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali kepada Kelompok Tani Jayantisari, di Desa Petak, Kecamatan Gianyar, Gianyar, Rabu (14/1).
Kegiatan ini serangkaian program Akses Reforma Agraria Tahun 2025 sekaligus sebagai wujud implementasi Tri Hita Karana di desa setempat. Bantuan tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, perbankan daerah, dan masyarakat desa dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis pertanian organik yang selaras dengan budaya dan alam Bali. Kelompok Tani Jayantisari selama ini konsisten mengembangkan pertanian organik menerima bantuan senilai Rp39.376.400, yang akan digunakan untuk menunjang produksi pertanian ramah lingkungan.
Kegiatan berlangsung di Desa Petak itu dihadiri oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gianyar, Kepala Cabang PT BPD Bali Cabang Gianyar, perwakilan Camat Gianyar, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gianyar, antara lain Dinas PMD, Disnaker, Dinas Kesehatan, Disperindag, Dinas Koperasi dan UKM, serta DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Turut hadir pula unsur Pemerintah Desa Petak, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan tokoh masyarakat setempat.
Bantuan CSR yang disalurkan meliputi berbagai sarana pendukung pertanian organik. Antara lain, mesin pemilah sampah organik dan nonorganik, mesin jahit karung, pompa air irigasi, aerator, mesin potong rumput, mesin pembuat pupuk kandang, serta timbangan duduk berkapasitas 200 kilogram. Sarana tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, pengelolaan limbah organik, serta kualitas hasil panen beras sehat.
Penyerahan bantuan diawali dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan secara simbolis oleh Kepala Cabang PT BPD Bali Gianyar Ketut Andayana Kusuma Yasa SE MM, kepada Ketua Kelompok Jayantisari Mia Rahmawati. Momen tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gianyar Gusti Putu Darma Astika SSiT MH, Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Kepala Desa Petak, serta para undangan.
Dalam kesempatan tersebut, Gusti Putu Darma Astika mengharapkan agar bantuan ini tidak hanya meningkatkan produksi beras organik, melainkan juga memperkuat ekonomi kerakyatan desa, menjaga keseimbangan alam, serta mendukung Desa Petak sebagai kawasan pertanian berkelanjutan yang sejalan dengan nilai budaya Bali.
Dia menyebutkan Program Akses Reforma Agraria sendiri tidak hanya menata kepemilikan tanah, melainkan juga mendorong pemberdayaan masyarakat agar lahan yang dimiliki mampu menjadi sumber penghidupan yang bermartabat dan berkelanjutan. ‘’Melalui program ini, Desa Petak kita harapkan menjadi contoh harmonisasi antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan warisan budaya lokal,’’ ujarnya.7lsa
Komentar