nusabali

Merasa Tak Dihargai di PDIP Klungkung, Gung Bagus Loncat ke PSI

  • www.nusabali.com-merasa-tak-dihargai-di-pdip-klungkung-gung-bagus-loncat-ke-psi

Misna membantah anggapan bahwa partai tidak menghargai keberadaan Gung Bagus

SEMARAPURA, NusaBali 
Politisi senior PDI Perjuangan Klungkung, Anak Agung Gde Bagus mengakhiri kebersamaan dengan Si Moncong Putih (julukan PDIP). Bertahun-tahun berkiprah di partai besutan Megawati Soekarnoputri itu, Gus Bagus memilih loncat ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Gung Bagus yang pernah menjabat Ketua DPC PDIP Klungkung dan Ketua DPRD Klungkung periode 2004-2009 mengatakan sudah putus komunikasi karena tidak diberi ruang lagi di partainya. 

Saat dihubungi, Rabu (14/1), Gung Bagus menegaskan keputusan itu tidak diambil secara emosional. Ia mengaku telah melalui pertimbangan panjang sebelum memilih mundur. Menurutnya, dalam hampir satu dekade terakhir, komunikasi dengan struktur partai nyaris tidak terjalin. Ia juga tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan maupun forum-forum internal yang sebelumnya rutin diikutinya. “Saya merasa sudah tidak dibutuhkan lagi. Tidak ada komunikasi. Dari situ saya simpulkan, lebih baik mundur dengan baik-baik,” ujar Gung Bagus.

Gung Bagus mengatakan, pengunduran diri dari partai dinyatakan secara pribadi sejak 28 Oktober 2025. Baginya, langkah mundur secara terhormat jauh lebih baik dibandingkan bertahan dalam situasi yang tidak sehat, baik secara politik maupun batin. Sebelum mengambil keputusan, ia juga mengaku telah berkonsultasi dengan sejumlah sahabat dan rekan politik di tingkat provinsi. “Kalau terus dipaksakan juga tidak baik. Lebih baik saya yang mundur. Itu hak politik saya,” tegasnya.

Setelah keluar dari PDIP, Gung Bagus kemudian menjalin komunikasi dengan PSI. Proses tersebut disebutnya berlangsung cukup lama dan intens, meski dilakukan secara tertutup pada tahap awal. Secara resmi, ia menyatakan bergabung dengan PSI per 1 Januari 2026. Keputusan itu, menurutnya, murni merupakan pilihan pribadi sebagai warga negara sekaligus pelaku politik.

Gung Bagus bukan sosok baru di panggung politik Bali, khususnya Klungkung. Ia memulai kiprah politik sejak 1988 dan dikenal sebagai kader lama PDI sebelum akhirnya berubah nama menjadi PDI Perjuangan. Selama karier politiknya, ia tercatat empat periode menjadi Anggota DPRD Klungkung dan pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Klungkung periode 2004–2009. Ia juga aktif dalam berbagai struktur partai pada masa ketika komunikasi dan persaudaraan antarkader masih terasa kuat. “Dulu suasananya berbeda. Persaudaraan kuat, komunikasi bagus, tidak melihat dari mana asalnya. Sekarang sudah berubah,” kenangnya.

Gung Bagus menyatakan tetap membuka ruang kontribusi di PSI sesuai kapasitas dan pengalamannya. Di usia 66 tahun, ia mengaku ingin tetap berkiprah di dunia politik dengan pendekatan yang lebih tenang dan bijak. Ia belum memikirkan pencalonan legislatif dan lebih condong mengambil peran strategis, termasuk sebagai anggota dewan penasihat.

Sementara itu, Bendahara DPC PDIP Klungkung, I Made Misna, memberikan tanggapan berbeda. Dihubungi terpisah pada Rabu (14/1), Misna membantah anggapan bahwa partai tidak menghargai keberadaan Gung Bagus. Menurutnya, PDI Perjuangan justru telah memberikan ruang dan kesempatan politik yang sangat luas selama yang bersangkutan berkiprah.

Misna menjelaskan, Gung Bagus pernah dipercaya sebagai Anggota Fraksi PDI (Partai Demokrasi Indonesia) DPRD Klungkung selama periode 1992-1997, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Klungkung periode 1999-2004, 2004-2009 dan 2009-2014. Dia juga pernah menjabat Ketua DPRD Klungkung periode 2004–2009, serta sempat menduduki posisi Ketua DPC PDI Perjuangan Klungkung sebelum era mantan Bupati Klungkung, Wayan Candra. Bahkan pada Pemilu Legislatif 2019–2024, yang bersangkutan kembali diberikan kesempatan maju sebagai calon legislatif, meski tidak terpilih. Terakhir, Gung Bagus diposisikan sebagai Dewan Pertimbangan Cabang (Depercab) PDIP Klungkung.

“Sejak itu memang terlihat tidak aktif lagi dalam aktivitas organisasi partai,” ujar Misna. Menurut Misna, kondisi tersebut sejalan dengan kebutuhan regenerasi kepemimpinan dan kaderisasi di tubuh PDI Perjuangan Klungkung. Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah ada upaya menyingkirkan ataupun mengabaikan peran kader senior. Terkait status keanggotaan Gung Bagus, Misna mengaku belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan telah resmi mengundurkan diri sesuai mekanisme partai. “Biasanya kalau mundur, datang ke kantor dan menyerahkan KTA. Sejauh ini saya belum mendengar itu. Nanti saya pastikan lagi ke staf DPC,” tegas Misna.

Sementara Ketua DPD PSI Klungkung Nyoman Sukirta, Selasa (13/1) mengatakan, masuknya tokoh politik senior ke PSI dinilai menambah panasnya dinamika politik di Klungkung menjelang tahapan politik ke depan. Dengan pengalaman panjang yang dimiliki, langkah politik PSI di Bumi Serombotan diperkirakan akan memberi warna tersendiri dalam peta perpolitikan lokal. gik

Komentar