BPBD Tangani 40 Kejadian Bencana
Akibat rangkaian bencana ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat hanyut setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.
SINGARAJA, NusaBali
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat sebanyak 40 kejadian bencana terjadi di wilayah Buleleng selama periode 11–14 Januari 2026. Seluruh kejadian tanah longsor dan pohon tumbang telah ditangani bersama masyarakat dan instansi terkait, sementara pendataan kerugian masih berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng I Gede Suyasa, Rabu (14/1), mengatakan penanganan darurat sudah tuntas dilakukan di seluruh lokasi terdampak. Namun, asesmen dampak dan kerugian belum sepenuhnya rampung karena jumlah kejadian cukup banyak.
“Pembersihan material sudah selesai semua. Untuk kerugian masih kami rekap karena ada kerusakan rumah dan barang-barang warga yang nilainya sulit diprediksi,” ujar Suyasa.
Berdasarkan data BPBD, dari total 40 kejadian tersebut, bencana tanah longsor mendominasi dengan 23 kejadian yang tersebar di enam kecamatan. Disusul sembilan kejadian pohon tumbang, satu kejadian banjir di Desa Pancasari, tiga kejadian jalan jebol, tiga kejadian senderan jebol, serta satu kejadian orang hanyut di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng.
Akibat rangkaian bencana ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Korban atas nama Made Serina, 59, warga BTN Griya Sambangan, Kecamatan Sukasada, meninggal akibat hanyut setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.
BPBD juga telah menyalurkan bantuan awal berupa 40 paket logistik kepada warga terdampak. Selain itu, BPBD memberikan bantuan terpal untuk penanganan longsoran di SDN 3 Gitgit, Kecamatan Tejakula, guna mencegah longsor susulan.
Suyasa menambahkan, penanganan kerusakan dilakukan sesuai kewenangan. Kerusakan rumah warga dan fasilitas umum ditangani melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Sementara kerusakan satuan pendidikan direkomendasikan ke Disdikpora, dan kerusakan jalan dilaporkan ke Dinas PUTR. “Data ini masih bersifat sementara dan akan terus kami perbarui sesuai hasil asesmen di lapangan,” jelas dia. 7 lik
Komentar