27 Sekolah di Denpasar Terima MBG, Sasar 654 Guru dan Staf
DENPASAR, NusaBali - Program makan bergizi gratis (MBG) bagi tenaga pendidik dan kependidikan di Kota Denpasar saat ini terdata sebanyak 27 sekolah di Denpasar Selatan dan Denpasar Utara telah tercatat menerima manfaat program tersebut, dengan total penerima mencapai 654 orang, terdiri dari guru dan staf sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar Anak Agung Gde Wiratama, mengatakan penyaluran MBG dilakukan melalui sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di masing-masing wilayah. Program ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi tenaga pendidik dan staf sekolah sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan.
Di Denpasar Selatan, MBG disalurkan melalui 5 SPPG yang menjangkau 15 sekolah dengan total 383 penerima. Sekolah penerima tersebar di wilayah Sesetan, Renon, Sanur, dan Panjer, mulai dari jenjang SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta.
Sementara di Denpasar Utara, penyaluran dilakukan melalui 4 SPPG yang mencakup 12 sekolah dengan total 271 penerima. Sekolah penerima berada di wilayah Peguyangan Kaja, Peguyangan, Pemecutan Kaja, serta Dangin Puri Kangin, meliputi SD, SMP, dan TK.
Sementara untuk Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Timur saat ini masih sedang proses penghimpunan data. Agung Wiratama menegaskan, Disdikpora Denpasar terus melakukan pendataan dan koordinasi agar program MBG dapat berjalan merata dan tepat sasaran.
“Program ini diharapkan dapat menunjang kesejahteraan guru dan staf sekolah sehingga berdampak positif terhadap kualitas layanan pendidikan,” ujarnya, Rabu (14/1).
Sementara itu, MBG di SMP Negeri 1 Denpasar bisa dinikmati kepala sekolah, guru, pegawai, petugas keamanan, hingga tukang kebun sejak Senin (12/1/2026). Kepala SMPN 1 Denpasar Ni Wayan Raiyani, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG di sekolahnya mengikuti ketentuan pemerintah, yakni diberikan secara menyeluruh tanpa membedakan status penerima.
“MBG sudah kami berikan kepada seluruh warga sekolah, dari kepala sekolah, guru, pegawai, sekuriti, sampai tukang kebun. Semuanya menerima dengan menu yang sama seperti siswa,” ujarnya, Rabu kemarin.
Raiyani menyebutkan jumlah guru di SMPN 1 Denpasar sekitar 40-an orang dan 17 orang pegawai dan petugas lainnya. Terkait menu, Raiyani menjelaskan bahwa makanan yang disajikan bervariasi setiap harinya.
Menu yang telah dibagikan antara lain nasi putih, nasi gurih, nasi goreng, ayam lauk utama dengan variasi rasa, kurma, jeruk, tempe. Bahkan, sesekali diselingi menu modern seperti spageti yang cukup diminati siswa.
“Menunya bervariasi. Kadang nasi putih, nasi gurih, nasi goreng. Lauknya ayam, buahnya juga berganti-ganti. Ada juga spageti yang disukai anak-anak,” jelasnya.
Seluruh MBG, baik untuk siswa maupun tenaga pendidik dan kependidikan, disuplai dari dapur yang sama dengan penyedia katering siswa, yakni dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur SOKA.
Dalam pelaksanaannya, MBG juga tetap diberikan pada hari libur tertentu dengan sistem rapel. Jika pembagian tidak bisa dilakukan pada hari libur, maka akan digantikan di hari kerja berikutnya setelah dilakukan pelaporan.
“Kalau ada libur atau kegiatan tertentu, biasanya dirapel. Kami tetap lapor jika ada hari yang tidak menerima MBG, supaya penyalurannya sesuai data riil,” kata Raiyani.
Raiyani mengakui pada awal pelaksanaan MBG sempat terjadi masa adaptasi, terutama terkait selera siswa. Namun kini program tersebut sudah berjalan lancar dengan sisa makanan yang semakin minim.
“Awalnya memang masih ada adaptasi, anak-anak pilih-pilih. Sekarang sudah berjalan baik, sisa makanan tidak banyak. Rata-rata hanya satu dua siswa per kelas yang tidak mengambil karena alergi, dan itu sudah terdata,” ujarnya.
Dia menegaskan secara umum warga sekolah menyambut baik program MBG ini. Bahkan, guru dan pegawai merasa terbantu dengan adanya program makan bergizi yang rutin diberikan setiap hari. 7 mis
Komentar