Pariwisata Premium Dorong Investasi di Canggu, Uluwatu, dan Ubud
DENPASAR, NusaBali.com – Sektor pariwisata masih menjadi magnet utama investasi di Bali, khususnya pada bidang properti, hotel, vila, dan hospitality.
Kawasan Canggu, Uluwatu, dan Ubud disebut sebagai wilayah dengan tingkat pertumbuhan tertinggi, sekaligus pusat pariwisata premium yang banyak diminati wisatawan mancanegara kelas atas.
Akademisi Universitas Warmadewa Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, S.E., M.Si., mengatakan investor cenderung membidik wilayah dengan pertumbuhan cepat dan tingkat kunjungan wisata yang tinggi. Di Bali, tiga kawasan tersebut dinilai memiliki daya tarik paling kuat.
“Kalau orang mau investasi, pasti mencari daerah dengan pertumbuhan tinggi. Di Bali itu Canggu, Uluwatu, dan Ubud. Pariwisata premium mancanegara sangat cocok dikembangkan di Ubud,” ujar Suyatna Yasa, Rabu (14/1/2026).
Selain sektor akomodasi, peluang investasi juga terbuka lebar di sektor kesehatan dan wellness. Menurutnya, tren wisata kesehatan global mendorong meningkatnya minat terhadap aktivitas yoga, retreat, serta layanan pemulihan kesehatan berbasis alam yang banyak dikembangkan di Bali.
Di luar pariwisata, Suyatna Yasa menilai sektor ekonomi kreatif juga memiliki prospek besar. Hal ini sejalan dengan struktur ekonomi Bali, di mana hampir 99 persen pelaku usaha merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Usaha berbasis kerajinan, kuliner, fesyen, serta produk budaya lokal menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.
Ia juga menyoroti potensi investasi di sektor hilirisasi komoditas unggulan Bali, seperti rumput laut, udang, dan kopi. Komoditas tersebut dinilai memiliki nilai tambah dan peluang ekspor tinggi apabila didukung industri pengolahan di dalam daerah.
Selain itu, pengembangan sektor digitalisasi dan e-commerce dinilai penting untuk memperluas akses pasar bagi UMKM Bali sekaligus meningkatkan efisiensi rantai distribusi produk lokal.
Meski demikian, Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan, dan Operasional Universitas Warmadewa ini menegaskan bahwa seluruh investasi harus tetap berlandaskan kearifan lokal, perlindungan lingkungan, serta prinsip keberlanjutan. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci agar daya tarik Bali tetap terjaga dalam jangka panjang. *may
Akademisi Universitas Warmadewa Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, S.E., M.Si., mengatakan investor cenderung membidik wilayah dengan pertumbuhan cepat dan tingkat kunjungan wisata yang tinggi. Di Bali, tiga kawasan tersebut dinilai memiliki daya tarik paling kuat.
“Kalau orang mau investasi, pasti mencari daerah dengan pertumbuhan tinggi. Di Bali itu Canggu, Uluwatu, dan Ubud. Pariwisata premium mancanegara sangat cocok dikembangkan di Ubud,” ujar Suyatna Yasa, Rabu (14/1/2026).
Selain sektor akomodasi, peluang investasi juga terbuka lebar di sektor kesehatan dan wellness. Menurutnya, tren wisata kesehatan global mendorong meningkatnya minat terhadap aktivitas yoga, retreat, serta layanan pemulihan kesehatan berbasis alam yang banyak dikembangkan di Bali.
Di luar pariwisata, Suyatna Yasa menilai sektor ekonomi kreatif juga memiliki prospek besar. Hal ini sejalan dengan struktur ekonomi Bali, di mana hampir 99 persen pelaku usaha merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Usaha berbasis kerajinan, kuliner, fesyen, serta produk budaya lokal menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.
Ia juga menyoroti potensi investasi di sektor hilirisasi komoditas unggulan Bali, seperti rumput laut, udang, dan kopi. Komoditas tersebut dinilai memiliki nilai tambah dan peluang ekspor tinggi apabila didukung industri pengolahan di dalam daerah.
Selain itu, pengembangan sektor digitalisasi dan e-commerce dinilai penting untuk memperluas akses pasar bagi UMKM Bali sekaligus meningkatkan efisiensi rantai distribusi produk lokal.
Meski demikian, Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan, dan Operasional Universitas Warmadewa ini menegaskan bahwa seluruh investasi harus tetap berlandaskan kearifan lokal, perlindungan lingkungan, serta prinsip keberlanjutan. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci agar daya tarik Bali tetap terjaga dalam jangka panjang. *may
Komentar