nusabali

Masyarakat Diminta Waspadai Tiga Penyakit Siklus Tahunan

Terutama saat Musim Hujan

  • www.nusabali.com-masyarakat-diminta-waspadai-tiga-penyakit-siklus-tahunan

DENPASAR, NusaBali - Masyarakat diminta waspada terhadap siklus tahunan yakni penyakit terkait dengan musim penghujan yang masih berlangsung sampai Januari 2026.

Setidaknya ada tiga jenis penyakit yang biasanya muncul sehubungan dengan kondisi cuaca basah/hujan. Ketiganya adalah demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, dan diare. 

Sebagaimana diketahui DBD adalah penyakit yang muncul akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala penyakit DBD di antaranya suhu tubuh naik, signifikan. Kemudian merasa lelah dan lesu serta nyeri pada sendi dan otot. 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr I Gusti Ayu Raka Susanti mengatakan DBD setiap tahun muncul. Karena itulah dia mengiyakan kasus DBD merupakan siklus tahunan. Terutama pada dan pascamusim hujan. 

Untuk dia mengulang mengingatkan agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama pelaksanaan 3M Plus, yakni menguras berkala dan teratur genangan air seperti bak mandi. Menutup tempat penampungan air. Menutup atau mendaur ulang barang-bekas yang potensial menjadi sarang nyamuk. Serta menaburkan abate pada wadah air untuk membunuh jentik nyamuk/nyamuk Aedes aegypti. “Puskesmas-puskesmas juga sudah memberitahukan. Termasuk melibatkan jumantik (juru pemantau jentik),” kata Raka Susanti. 

Selain BDB, diare dan leptospirosis juga perlu diwaspadai pada musim penghujan ini. Leptospirosis adalah penyakit yang ditularkan oleh hewan, terutama tikus yang terinfeksi. Biasanya menular melalui urine atau darah yang tercemar. Kemudian penyakit diare atau mencret yang disebabkan infeksi bakteri atau virus, akibat makanan yang tidak higienis. “Tiga jenis penyakit ini, selain yang lain yang mesti diatensi masyarakat selama musim hujan,” ucap Raka Susanti. 7 wta

Komentar