Pohon Asam Kranji Tumbang di Jalur Denpasar–Gilimanuk, Lalu Lintas Tersendat
NEGARA, NusaBali.com – Jalur utama Denpasar–Gilimanuk kembali mengalam gangguan akibat peristiwa alam. Sebuah pohon jenis asam kranji tumbang dan melintang di tengah jalan, tepatnya di sebelah barat SPBU Kaliakah Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Rabu (14/1/2026) pagi. Kejadian ini sempat menghambat kelancaran arus lalu lintas di jalan nasional tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.10 WITA. Pohon yang tumbang memiliki panjang sekitar 3 meter dengan diameter kurang lebih 35 sentimeter. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, pohon yang tumbuh di sisi selatan jalan tersebut roboh ke arah utara.
“Penyebab utamanya karena kondisi batang pohon sudah lapuk sehingga tidak mampu lagi menahan beban dan akhirnya tumbang ke badan jalan,” ujar Agus Artana.
Ia menambahkan, pohon tersebut menutup sebagian badan jalan dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut karena saat pohon tumbang tidak ada kendaraan yang melintas tepat di bawahnya.
Insiden ini sempat mengganggu arus lalu lintas. Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih panjang, petugas kepolisian memberlakukan sistem buka-tutup arus di lokasi kejadian. Kemacetan singkat pun tak terhindarkan mengingat jalur Denpasar–Gilimanuk merupakan urat nadi transportasi darat penghubung Bali dan Jawa.
Menindaklanjuti laporan warga, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu I bersama Pusdalops BPBD Jembrana segera diterjunkan ke lokasi. Dengan dukungan personel Polsek Negara, petugas gabungan melakukan evakuasi dengan memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin serta membersihkan sisa material yang menutupi badan jalan.
“Berkat kesigapan petugas, proses pembersihan berjalan lancar. Saat ini kondisi jalan sudah kembali normal dan arus lalu lintas terpantau aman serta kondusif,” pungkas Agus Artana. *ode
“Penyebab utamanya karena kondisi batang pohon sudah lapuk sehingga tidak mampu lagi menahan beban dan akhirnya tumbang ke badan jalan,” ujar Agus Artana.
Ia menambahkan, pohon tersebut menutup sebagian badan jalan dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut karena saat pohon tumbang tidak ada kendaraan yang melintas tepat di bawahnya.
Insiden ini sempat mengganggu arus lalu lintas. Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih panjang, petugas kepolisian memberlakukan sistem buka-tutup arus di lokasi kejadian. Kemacetan singkat pun tak terhindarkan mengingat jalur Denpasar–Gilimanuk merupakan urat nadi transportasi darat penghubung Bali dan Jawa.
Menindaklanjuti laporan warga, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu I bersama Pusdalops BPBD Jembrana segera diterjunkan ke lokasi. Dengan dukungan personel Polsek Negara, petugas gabungan melakukan evakuasi dengan memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin serta membersihkan sisa material yang menutupi badan jalan.
“Berkat kesigapan petugas, proses pembersihan berjalan lancar. Saat ini kondisi jalan sudah kembali normal dan arus lalu lintas terpantau aman serta kondusif,” pungkas Agus Artana. *ode
Komentar