Cuaca Ekstrem Rusak Sekolah di Buleleng, Disdikpora Arahkan Pembelajaran Daring dan Mandiri
“Karena kondisi ini belum ditetapkan sebagai darurat, maka tidak ada kebijakan libur sekolah”.
SINGARAJA, NusaBali
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Buleleng terdampak bencana. Kerusakan bangunan sekolah terjadi karena pohon tumbang hingga tanah longsor di areal sekolah yang dilaporkan terjadi sejak Minggu (12/1) dini hari.
Terbaru di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, hujan deras yang terjadi Selasa (13/1) sekitar pukul 02.00 Wita mengakibatkan longsoran tebing di belakang gedung SDN 3 Gitgit. Material longsor membawa pohon hingga menimpa atap bangunan sekolah dan menyebabkan kerusakan cukup parah. Penanganan longsoran belum dapat dilakukan karena hujan masih turun dan kondisi tanah dinilai labil.
Sehari sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di SMPN 3 Seririt. Sebuah pohon beringin tumbang akibat hujan deras dan angin kencang, Senin (12/1) sekitar pukul 08.45 Wita, dan menimpa salah satu gedung sekolah. Bangunan yang tertimpa pohon sempat dikhawatirkan roboh dan mengancam ruang kelas di depannya. Selain itu, pohon tumbang juga dilaporkan menimpa TK PAUD di Desa Kalianget pada hari yang sama.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, Selasa (13/1), mengatakan pihaknya telah menerima laporan kerusakan dari sekolah-sekolah terdampak. Ia menyebut, selain di Sukasada dan Seririt, laporan serupa juga mulai masuk dari wilayah Tejakula.
“Untuk data lengkapnya sedang kita pastikan, karena laporan masih bertambah. Prinsipnya, pengawas dan koordinator wilayah kami arahkan untuk berkoordinasi dengan kepala sekolah, agar proses pembelajaran tetap berjalan,” ujar Surya Bharata.
Menurut Surya Bharata, Disdikpora mengarahkan sekolah untuk menerapkan pembelajaran daring atau pembelajaran mandiri, menyesuaikan kondisi cuaca dan keamanan lingkungan sekolah. Opsi pembelajaran daring yang tetap dipandu oleh guru juga diizinkan.
“Karena kondisi ini belum ditetapkan sebagai darurat, maka tidak ada kebijakan libur sekolah. Pembelajaran tetap dilaksanakan, namun diarahkan ke daring atau mandiri selama cuaca belum menentu,” tegas dia.
Terkait kerusakan di SMPN 3 Seririt, setelah meninjau langsung ke Lokasi Surya Bharata menjelaskan bahwa bangunan yang tertimpa pohon merupakan ruang gudang. Sementara ruang TIK yang ada di lokasi tersebut belum difungsikan dan sementara digunakan sebagai gudang. Ruang belajar siswa dipastikan tidak terdampak langsung.
“Kerusakannya memang parah karena tertimpa pohon. Saat ini masih proses evakuasi pohon. Setelah itu baru dilakukan pembongkaran dan perbaikan. Karena posisinya di bawah ruang belajar, aktivitas belajar tidak terganggu, hanya saja area tersebut kami minta ditutup dengan pagar pengaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk SMPN 3 Seririt, pembelajaran luring direncanakan kembali dilaksanakan mulai Senin, setelah mempertimbangkan kondisi cuaca dan faktor sosial di lingkungan sekitar sekolah. Sementara sekolah lain menyesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
Disdikpora juga memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mengambil keputusan secara cepat apabila cuaca memburuk secara mendadak. Pengumuman pembelajaran daring atau mandiri dapat dilakukan melalui grup WhatsApp, sambil menunggu surat resmi menyusul.
“Tiap tahun kondisi seperti ini selalu terjadi. Kami tekankan sekolah tidak ragu mengambil langkah pengamanan, demi keselamatan siswa,” kata Surya Bharata.
Untuk penanganan kerusakan fisik, Disdikpora Buleleng akan mengajukan usulan perbaikan setelah dilakukan asesmen oleh BPBD. Usulan tersebut akan diproses sesuai SOP, termasuk kemungkinan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT), bergantung pada arahan pimpinan dan TAPD.7 lik
Komentar