Konter HP Jujur Store Dibobol Maling
DENPASAR, NusaBali - Toko HP Jujur Store yang berlokasi di Jalan Gunung Soputan nomor 35, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, dibobol maling pada Jumat (9/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.
Pelaku menggondol lima unit iPhone masing-masing iPhone 14, iPhone 11 Pro Max (dua unit), iPhone 13 Pro Max, dan iPhone 11 Pro, serta satu unit Xiaomi 15 Ultra. Akibat kejadian itu, pemilik toko Mahar Hafis, 29, mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Ditemui di lokasi kejadian, Senin (12/1), Hafis menjelaskan pencurian tersebut pertama kali diketahui saat karyawannya bernama Ita, 25, saat membuka toko sekitar pukul 09.00 WITA. Awalnya saksi tidak menaruh curiga, namun saat mengecek etalase penyimpanan ponsel di bagian depan kasir, Ita mendapati lima unit iPhone yang baru disimpan sehari sebelumnya sudah hilang.
“Mengetahui lima iPhone tersebut tidak ada di etalase, Ita menghubungi saya. Dia mengira saya yang mengambilnya. Sementara saat itu saya masih di Bandung,” ujar Hafis.
Tidak berselang lama, saat ada pelanggan yang datang untuk mencari HP, baru diketahui satu unit HP Xiaomi 15 Ultra yang disimpan di etalase bagian kanan juga hilang. Hafis kemudian menyuruh Ita untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Denpasar.
“Saat itu petugas kepolisian datang ke lokasi dan melakukan pengecekan. Mereka beranggapan pembobolan tidak mungkin dilakukan dari lantai atas karena tidak ditemukan tanda-tanda pembobolan,” ujarnya.
Namun, saat Hafis mengecek salah satu rekaman CCTV yang berada di atas etalase kasir, ia mendapati seorang pria menggunakan jaket hoodie dan celana pendek mondar-mandir di dalam toko dan meraba beberapa HP yang berada di etalase.
Penasaran dengan pelaku yang tiba-tiba berada di dalam toko, Hafis kemudian naik ke kamar yang berada di lantai atas. Saat dicek, ia baru mengetahui jendela kamar terdapat bekas cungkilan serta ditemukan sebuah paku di bawah kusen jendela yang diduga digunakan pelaku mencungkil jendela. Selain itu di teras depan jendela, ia menemukan jejak kaki pelaku yang datang dari lantai dua ruko di sampingnya.
“Kalau dilihat dari jejak kaki, diduga pelaku masuk melalui tangga ruko sebelah yang merupakan apotek, kemudian naik ke atap seng, melewati teras depan ruko, lalu mencungkil jendela. Setelah masuk, pelaku mencabut kabel CCTV di kamar lantai dua. Beruntung, satu CCTV di lantai satu tidak dicabut sehingga aksinya masih terekam,” jelas Hafis.
Ia menambahkan, hingga saat ini (kemarin) dari pihak kepolisian belum memberikan hasil penyelidikan. “Kita belum dikasih tahu perkembangannya seperti apa sekarang. Seharusnya dari pihak kepolisian kemarin bisa ambil sidik jari pelaku karena dia buka kaca etalase penyimpanan HP, pastinya ada sidik jari disitu. Kemudaian sidik jari bekas langkah kaki di lantai dua,” ucap pria asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu.
Sementara itu Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra belum bisa dimintai konfirmasi.7 p
Komentar