nusabali

Hujan Deras Picu Longsor di Sejumlah Desa, Dapur Rumah Warga Rusak dan Akses Jalan Tertutup

  • www.nusabali.com-hujan-deras-picu-longsor-di-sejumlah-desa-dapur-rumah-warga-rusak-dan-akses-jalan-tertutup

SINGARAJA, NusaBali - Hujan deras yang mengguyur wilayah Buleleng pada Minggu (11/1) malam hingga Senin (12/1) pagi memicu sejumlah kejadian tanah longsor di beberapa lokasi.

Longsor dilaporkan terjadi di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada; Desa Galungan dan Desa Bebetin di Kecamatan Sawan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerusakan material terjadi di sejumlah titik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian longsor dari aparat desa dan langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.

“Sebagian besar longsor dipicu oleh hujan deras dengan durasi cukup lama yang menyebabkan senderan dan tebing tidak mampu menahan beban air,” kata dia, Senin (12/1).

Longsor pertama terjadi sekitar pukul 20.30 Wita di Banjar Dinas Pebantenan, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada. Senderan jalan sepanjang sekitar 10 meter dengan tinggi 2,5 meter jebol dan menimpa dapur rumah milik warga bernama Ketut Sandiase. Akibat kejadian tersebut, dapur rumah korban mengalami kerusakan dengan ukuran sekitar 3 meter x 3 meter.

“Posisi rumah berada lebih rendah dari badan jalan sehingga saat senderan jebol, material longsoran langsung mengarah ke dapur rumah,” jelas Suyasa.

TRC Regu III BPBD Buleleng bersama aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat langsung melakukan asesmen dan menyerahkan bantuan logistik berupa terpal, paket sandang, paket sembako, paket kebersihan, matras, dan selimut. Pemilik rumah bersama warga setempat berencana melakukan gotong royong untuk pembersihan material longsor.

Sebelumnya, longsor juga terjadi di Banjar Dinas Dajan Pangkung, Desa Galungan, Kecamatan Sawan, sekitar pukul 19.00 Wita. Longsor tersebut menyebabkan senderan sanggah kemulan milik warga atas nama Wayan Sentana jebol. Kerusakan terjadi pada bagian pondasi dengan ukuran sekitar 4 meter x 3 meter dan kerugian ditaksir mencapai Rp 5 juta.

Karena lokasi kejadian sulit dijangkau kendaraan, BPBD menyerahkan bantuan berupa terpal melalui kantor desa setempat. “Akses ke lokasi cukup terbatas, sehingga bantuan kami titipkan di kantor desa untuk disalurkan,” ujar Suyasa.

Sementara itu, pada Senin (12/1) pagi sekitar pukul 09.00 Wita, tanah longsor kembali terjadi di Banjar Dinas Tabang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan. Longsoran menutup badan jalan yang merupakan akses menuju Desa Bontihing. Warga setempat bersama aparat desa langsung melakukan pembersihan material longsor secara manual.

BPBD Buleleng mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor dan di bawah tebing atau senderan jalan, untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Kami minta warga segera melapor jika melihat tanda-tanda retakan tanah atau pergerakan tebing agar bisa ditangani lebih cepat,” pungkasnya.7 mzk

Komentar