LPM Kedonganan Siapkan Fogging Jemput Bola di 2026
MANGUPURA, NusaBali - Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kedonganan menyiapkan program terobosan dalam upaya mencegah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Salah satunya program yang dicanangkan yakni kegiatan fogging “jempul bola” untuk merespons cepat keluhan warga.
Ketua LPM Kelurahan Kedonganan I Made Mahendra, mengatakan fogging rutin selama ini tetap dilanjutkan dan akan dilaksanakan secara menyeluruh pada masa peralihan musim. “Fogging massal itu memang sudah rutin kami lakukan. Biasanya dilaksanakan saat pergantian musim, karena di situ potensi berkembangnya nyamuk cukup tinggi,” ujar Mahendra Senin (12/1) siang.
Namun, lanjutnya, tak hanya menunggu adanya kasus positif, pihaknya kini menyiapkan skema baru. Melalui program fogging “jemput bola”, tim akan langsung turun ke lapangan begitu menerima laporan atau melihat adanya tanda-tanda merebaknya kasus DBD akibat nyamuk oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.
“Ketika sudah ada tanda-tanda atau laporan dan keluhan dari masyarakat, kami akan segera mendatangi rumah tersebut untuk dilakukan fogging,” kata Mahendra.
Dalam pelaksanaannya, LPM Kedonganan akan menggandeng pihak ketiga dari salah satu klinik di wilayah Kedonganan, serta tetap berada dalam pengawasan agar kegiatan fogging berjalan sesuai standar kesehatan dan keselamatan. “Program ini merupakan langkah antisipatif untuk menekan risiko penyakit seperti demam berdarah, sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat terhadap kondisi lingkungan,” tambahnya.
Selain program kesehatan, Mahendra menjelaskan pihaknya juga berkomitmen menghidupkan kembali semangat kebersamaan melalui Bulan Bakti Gotong Royong (BBGR). Namun, Mahendra mengakui adanya tantangan akibat penyesuaian anggaran. Oleh sebab itu, ia berencana berusaha mencari solusi melalui CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kedonganan agar kegiatan ini tetap bisa berjalan.
Menurutnya, BBGR memiliki peran dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat karena di dalamnya memuat berbagai unsur, mulai dari kegiatan budaya, olahraga, hingga kerja bakti dan aktivitas sosial. “Di sana ada budayanya, ada olahraganya, ada kegiatan kemasyarakatan dan gotong royongnya. Ini yang kami utamakan untuk masyarakat Kedonganan, karena sekarang kita mulai kehilangan sistem gotong royong,” katanya seraya berencana melibatkan juga warga pendatang. 7 ris
Komentar