nusabali

Realisasi KUR BPD Bali 2025 Capai Rp1,76 Triliun

  • www.nusabali.com-realisasi-kur-bpd-bali-2025-capai-rp176-triliun

DENPASAR, NusaBali - Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BPD Bali sepanjang 2025 mencapai Rp1,768 triliun atau 100 persen dari target yang ditetapkan, dengan kualitas kredit tetap terjaga pada level sehat.

Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, Sabtu (10/1), mengatakan penyaluran KUR tersebut terdiri atas KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil. KUR Super Mikro terealisasi Rp550 juta kepada 55 debitur dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) 0 persen.

Sementara itu, KUR Mikro tersalurkan sebesar Rp320 miliar kepada 3.988 debitur dengan NPL 0 persen. Adapun KUR Kecil mencapai Rp1,448 triliun yang disalurkan kepada 4.903 debitur dengan NPL sangat rendah, yakni 0,01 persen. “Secara total, penyaluran KUR BPD Bali pada 2025 menjangkau 8.946 rekening debitur,” ujar Sudharma.

Dari sisi sektor usaha, penyaluran KUR didominasi sektor produktif sebesar 61 persen, sedangkan sektor nonproduktif 39 persen. Penjaminan KUR dilakukan melalui Jamkrindo, Jamkrida, dan Askrindo guna memperkuat mitigasi risiko kredit.

Berdasarkan sebaran wilayah, realisasi KUR Kecil terbesar tercatat di Cabang Tabanan sebesar Rp225,83 miliar atau sekitar 16 persen dari total KUR Kecil. Selanjutnya Cabang Denpasar Rp195,66 miliar dan Cabang Karangasem Rp141,42 miliar. Untuk KUR Mikro, Cabang Tabanan juga menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp53,35 miliar, disusul Cabang Gianyar dan Denpasar.

Selain KUR, BPD Bali juga menyalurkan pembiayaan program pemerintah lainnya, antara lain Kredit Usaha Alat (KUA), Kredit Industri Padat Karya (KIPK), serta Kredit Program Produktif (KPP). Realisasi KUA tercatat Rp8,29 miliar atau 100 persen dari target, sementara KIPK mencapai Rp3,3 miliar atau 47,14 persen dari target Rp7 miliar.

Sudharma menilai capaian tersebut mencerminkan komitmen BPD Bali dalam mendukung penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan rasio NPL KUR yang tetap jauh di bawah ambang batas 5 persen, penyaluran pembiayaan dinilai berlangsung secara prudent dan berkelanjutan. 7may

Komentar