nusabali

Genset Terbakar, Kagetkan Penjaga Stand Acara

  • www.nusabali.com-genset-terbakar-kagetkan-penjaga-stand-acara

AMLAPURA, NusaBali - Sebuah mesin Genset milik salah satu stan di acara Karangasem Akhir Pekan (KAP) di Jalan Veteran, Amlapura, Sabtu (10/1) pukul 20.15 Wita, terbakar. Kebakaran terjadi saat pemilik genset Ni Ketut Widianawati mengisi bahan bakar minyak jenis pertalite saat genset masih hidup. Sejumlah penjaga stand pun terkaget.

Malam itu, Widianawati asal Banjar Tauka, Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Karangasem, ini membuka stand di acara Karangasem Akhir Pekan, pukul 18.00 WITA. Dia membuka usaha jualan eskrim. Karena strum listrik yang dibutuhkan cukup besar untuk menghidupkan mesin ice maker, dia membawa genset khusus berkekuatan 3.500 VA.

Setelah memulai jualan, pukul 20.00 WITA di saat genset masih hidup agar lampu tetap menyala, dia berinisiatif mengisi pertalite di genset. Begitu lubang BBM dibuka dan dituangi pertalite, api langsung menyambar mengenai bagian telapak tangan kiri. Selanjutnya sisa pertalite dibuang. Api terus berkobar membakar genset.

Guna memadamkan kobaran api itu, sejumlah pemilik stand di acara Karangasem Akhir Pekan membantu menyiramkan air seadanya, disusul datang petugas pemadam kebakaran.

Biasanya Widianawatai jualan pukul 18.00 - 22.00 WITA setiap Sabtu malam, jualan eskrim dengan omzet Rp 2 juta. "Saat saya tuangkan pertalite, api langsung menyambar mengenai bagian telapak tangan kiri, sehingga terasa panas, tidak ada yang luka," ujar guru SMAN 3 Amlapura, tersebut.

Malam itu, dia langsung berkemas-kemas mengangkut barang-barang yang bisa diselamatkan. Diperkirakan dalam waktu cukup lama tidak bisa jualan lagi. Karena modal usahanya berupa genset terbakar. Mesin ini dibelinya 6 bulan lalu senilai Rp 12 juta.

Genset yang diletakkan di pinggir trotoar, di belakang stand tidak bisa diperbaiki lagi karena bagian komponennya terbakar. Saksi Ni Nyoman Astrini yang juga membuka stand di Karangasem Akhir Pekan yang ikut membantu korban membenarkan, terjadi kebakaran itu. "Ya, saya ikut membantu memadamkan kobaran api, agar api tidak menjalar ke stand lain," kata Astrini.

Saksi lain I Wayan Sadiada, Kepala Bidang UMKM, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Karangasem juga mengatakan demikian. "Memang, kalau genset masih hidup, tidak boleh menuangkan pertalite, karena mesinnya panas. Rentan disambar api. Sebab, pertalite itu bahan bakar ringan, beda dengan solar," kata Sadiada.

Sadiada yang selalu memantau kegiatan itu setiap Sabtu malam mengatakan di acara Karangasem Akhir Pekan, ada 107 pedagang, dengan aneka ragam jualan.

Kapolsek Karangasem Kompol I Nyoman Merta Kariana didampingi PS Kanit Reskrim Iptu I Made Sutama melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), dengan pasang police line, dan mengambil sampel barang bukti. "Penyebab kebakaran karena korban menuangkan BBM saat genset masih hidup," kata Kompol Merta Kariana.7ntr

Komentar