Pelajar Indonesia Raih Emas di Ajang Prestasi Internasional lewat Inovasi Smoke Free Application
BANGKOK, NusaBali.com - Tim Bali IT Community kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang Thailand Inventors Day 2026 yang diselenggarakan National Research Council of Thailand (NRCT) bersama Ministry of Higher Education, Science, Research, and Innovation.
Ajang ini berlangsung di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC), Thailand, pada 5–9 Januari 2026. Tiga tim yang dikirim Bali IT Community berhasil membawa pulang satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.
Pembina Bali IT Community, I Ketut Nugraha Swadharma, S.E, S.Pd., M.M., menjelaskan kompetisi internasional bergengsi ini diikuti peserta dari 25 negara dengan berbagai inovasi kreatif. Bali IT Community mengirim tiga tim yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa berbakat dari Bali maupun luar Bali.
“Ini ajang tahunan yang senantiasa kami ikuti. Untuk tahun 2026, kami memperoleh satu gold medal, satu silver medal, dan satu bronze medal,” ungkap Nugraha, Sabtu (10/1).
Inovasi yang dikembangkan mencakup berbagai bidang, mulai dari kesehatan hingga sosial. Ketiga inovasi tersebut merupakan tim gabungan dari beberapa sekolah, termasuk partisipasi salah satu SMA dari luar Bali, yakni SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya.

Nugraha menjelaskan, inovasi berjudul Smoke Free Application: A Holistic Digital Innovation for Smoking Cessation and Public Health yang meraih medali emas merupakan inovasi untuk mengurangi dampak paparan asap rokok dan vape yang sangat membahayakan, baik bagi perokok aktif maupun pasif, dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan.
Inovasi ini merupakan hasil kerja keras sejak awal Oktober 2025 hingga Januari 2026, melalui proses perancangan gagasan dan pengembangan ide secara kolaboratif, baik secara luring maupun daring.
Raihan prestasi membanggakan ini diusung tim yang terdiri atas para pelajar serta coach dari Bali IT Community, yakni I Wayan Andre Wahyu Eka Putra, I Gusti Made Devananda Ary Putra, Antonius Dalton Suryo Utomo, Tirza Ratna Ameria Lakusa, I Made Dananjaya Suastra Putra, Gede Arma Nalarama Manasajati, dan Ni Wayan Ayunda Hapsari Wedanti.
Menurut Coach Andre, ajang internasional ini menjadi pembuktian bahwa pelajar Indonesia mampu menghadirkan ide dan gagasan inovatif yang mumpuni serta berdaya saing di tingkat internasional.
Komentar