Jalan Setra Batulumbang Disumpal Sampah
Sebagian besar sampah yang ditemukan merupakan sampah alami berupa kayu, ranting, serta potongan bambu yang terbawa arus dari hulu sungai.
SINGASANA, NusaBali
Krama adat Batulumbang, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, kembali menggelar aksi gotong royong membersihkan sampah kiriman yang menumpuk di sepanjang Pantai Batulumbang, Minggu (11/1). Sampah yang terbawa arus laut itu bahkan sempat menutup akses jalan menuju setra (kuburan) adat Batulumbang, sehingga mengganggu aktivitas krama setempat.
Sampah kiriman di Pantai Batulumbang disebut nyaris tak pernah absen, terutama saat musim hujan. Setiap kali cuaca ekstrem disertai gelombang besar, tumpukan sampah kerap menggunung dan menutupi hampir seluruh tepi pantai. Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menghambat akses serta mengganggu kenyamanan masyarakat.
Bendesa Adat Batulumbang I Made Sukarata, mengatakan kegiatan bersih-bersih pantai rutin dilakukan oleh krama adat setiap bulan. Seluruh warga dilibatkan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir dan kawasan adat. “Kami di Batulumbang memang rutin melaksanakan bersih-bersih pantai setiap bulan. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama krama,” ujarnya.
Menurut Sukarata, sebagian besar sampah yang ditemukan merupakan sampah alami berupa kayu, ranting, serta potongan bambu yang terbawa arus dari hulu sungai. Dahulu, sampah kayu tersebut masih dimanfaatkan warga sebagai kayu bakar. Namun seiring perkembangan zaman, kebiasaan itu mulai ditinggalkan karena sebagian besar warga kini beralih menggunakan kompor gas. “Kalau dulu kayu-kayu ini masih diambil warga untuk bahan bakar. Sekarang sudah jarang dimanfaatkan, jadi sampah yang terkumpul langsung dibakar agar tidak kembali berserakan,” jelasnya.
Dia menambahkan, keberadaan sampah kiriman yang terus berulang menjadi perhatian serius krama adat, mengingat Pantai Batulumbang merupakan salah satu pantai favorit warga sekitar untuk beraktivitas dan berwisata. Jika tidak dibersihkan secara rutin, kondisi pantai dikhawatirkan semakin kumuh dan berpotensi menurunkan minat kunjungan.
Melalui kegiatan gotong royong ini, krama adat Batulumbang berharap kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir terus meningkat. "Kami sekaligus juga mendorong adanya perhatian lebih luas terhadap persoalan sampah kiriman yang kerap menghantui kawasan pantai di wilayah Tabanan," tandas Sukarata.7des
Komentar