Musim Ogoh-Ogoh Datang, Jasa Las Konstruksi Kebanjiran Order Jelang Çaka 1948
DENPASAR, NusaBali.com – Memasuki musim pembuatan ogoh-ogoh menjelang Tahun Baru Çaka 1948, sejumlah usaha jasa las konstruksi ogoh-ogoh kebanjiran rezeki. Permintaan rangka ogoh-ogoh meningkat seiring persiapan sekaa teruna (ST) di berbagai wilayah Bali menyambut tradisi pengerupukan.
Salah satunya dialami Gatra Custom Work, usaha jasa las konstruksi ogoh-ogoh yang setiap tahun rutin menerima pesanan dari berbagai ST. Mulai dari konstruksi standar hingga desain ekstrem dengan tingkat kesulitan tinggi, bengkel ini sudah dibooking sejak jauh hari.
Owner Gatra Custom Work, I Kadek Oka Martana, mengatakan lonjakan pesanan sudah terasa sejak akhir 2025. “Untuk tahun 2026 saya belum menghitung target pasti, tapi dalam rentang November sampai Desember 2025 saja sudah ada 12 banjar yang rangka ogoh-ogohnya saya kerjakan,” ujar Oka Martana yang akrab disapa Pak Dek Gatra.
Ia mengungkapkan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pesanan pada musim ogoh-ogoh kali ini cenderung meningkat. Jika sebelumnya didominasi pelanggan lama dan rekan dekat, kini banyak ST yang sebelumnya belum pernah bekerja sama turut memesan jasanya.
“Astungkara tahun ini order lebih membeludak. Banyak ST yang baru pertama kali menghubungi saya,” kata pria berusia 30 tahun asal Ungasan, Jimbaran, Kabupaten Badung ini.
Pesanan rangka ogoh-ogoh datang dari berbagai wilayah, mulai dari Denpasar hingga Kabupaten Badung. Bahkan, pesanan terjauh berasal dari wilayah Badung bagian utara, seperti Penarungan dan Angantaka.
Menurut Oka Martana, tantangan terbesar dalam pembuatan konstruksi ogoh-ogoh adalah menciptakan rangka dengan tumpuan tunggal atau titik penyangga kecil yang harus menopang beban berat. Desain ekstrem, seperti ogoh-ogoh dengan posisi kaki jinjit atau bertumpu ke samping sambil membawa banyak tokoh karakter, menuntut ketepatan perhitungan dan logika teknik.
“Kadang desainnya terlihat seperti tidak mungkin, tapi justru itu tantangannya. Di situ kami dilatih berpikir logis dan presisi dalam pengelasan besi,” jelas alumnus Teknik Mesin Universitas Udayana ini.
Usaha Gatra Custom Work sendiri awalnya dirintis oleh orang tuanya. Seiring waktu, Oka Martana melanjutkan dan mengembangkan usaha tersebut, memadukan pekerjaan dengan hobi di bidang konstruksi dan desain rangka.
Untuk biaya jasa, Gatra Custom Work menerapkan tarif yang relatif fleksibel, mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 juta, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah tergantung tingkat kerumitan dan jumlah tokoh ogoh-ogoh yang dibuat.
“Kami menyesuaikan dengan desain dan kemampuan ST, intinya tidak memberatkan,” ujarnya.
Oka Martana berharap ke depan lomba ogoh-ogoh dapat digelar lebih merata di seluruh Bali. Menurutnya, selama ini hanya beberapa daerah seperti Denpasar, Badung, Gianyar, Jembrana, dan Tabanan yang aktif mengadakan lomba setiap tahun.
“Kalau hanya wilayah itu saja, daerah lain tidak punya kesempatan untuk bangkit dan menunjukkan potensi ogoh-ogohnya,” katanya.
Ia juga berharap pada musim ogoh-ogoh 2026 ini, selain menjadi sumber penghidupan, usahanya dapat terus membantu ST dalam proses berkarya. Dari segi waktu pengerjaan, rangka ogoh-ogoh umumnya diselesaikan dalam durasi tiga hari hingga dua minggu, tergantung tingkat kerumitan desain dan jumlah tokoh karakter. *m03
Komentar