nusabali

PEXI Denpasar Fokus Pembibitan Sejak SD

  • www.nusabali.com-pexi-denpasar-fokus-pembibitan-sejak-sd

DENPASAR, NusaBali - Pasca Porprov Bali 2025 yang digelar pada September lalu, Kota Denpasar keluar sebagai juara umum cabang olahraga Xiangqi (Catur China) dengan raihan 5 medali emas dan 1 perunggu, sekaligus mengungguli Badung di posisi kedua.

Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena menjadi raihan juara umum perdana bagi cabang olahraga Catur Xiangqi, setelah resmi diakui sebagai anggota KONI Bali selama dua tahun terakhir. Sementara itu, PEXI Kota Denpasar sendiri telah berdiri dan melakukan pembinaan selama 15 tahun.

Ketua Umum PEXI Kota Denpasar, Ketut Antar Jaya, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan jangka panjang sejak usia dini, bukan prestasi instan.

“Sebetulnya ini hasil dari pembibitan anak-anak dari tingkat SD, SMP, SMA yang kita tempa bertahun-tahun. Ini bukan hasil instan, tapi memang kita bentuk dari awal. Kita siapkan anak-anak dari SD sekian lama sampai dia matang,” ujar Ketut Antar Jaya saat ditemui Jumat(9/1).

Ia menjelaskan, persiapan atlet untuk Porprov dilakukan jauh hari sebelumnya. Bahkan latihan sudah dimulai sejak tahun sebelumnya dan dilakukan hampir setiap hari. “Kalau dari Porprov, dari kabupaten kota itu latihannya dari Februari sampai September. Kita sudah mulai dari tahun sebelumnya. Hampir setiap hari kita tempa anak-anak itu sampai September. Dengan segala air mata dan keringat,” katanya.

Namun dalam evaluasi pembinaan, PEXI Denpasar mengakui masih menghadapi keterbatasan, terutama dalam hal penjaringan bibit atlet, ketersediaan pelatih, serta tempat latihan.

“Animo masyarakat itu banyak sekali, tapi kita memang belum mampu menjaring lebih banyak lagi. Kita juga masih kekurangan pelatih, karena kita cabor baru. Jadi kita perlu pasokan pelatih-pelatih lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Memasuki tahun 2026, PEXI Denpasar memfokuskan program pada penjaringan atlet melalui ajang Porjar (Pekan Olahraga Pelajar) dan Walikota Cup sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2027. “Porjar itu dari tingkat pelajar SD, SMP, SMA. Di sana kita sudah menjaring anak-anak. Bulan Februari ada Walikota Cup, semua juara kita saring, kita dekati, lalu kita tempa lagi,” jelas Ketut.

Para atlet terpilih nantinya akan dipusatkan dalam satu pusat pelatihan untuk dipantau secara intensif dan menjalani pembinaan berkelanjutan. “Semua anak-anak yang benar-benar tertarik kita jaring, latihan bersama, kita tempa terus,” katanya.

Dalam proses pembinaan, seleksi atlet dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bergantung pada prestasi sebelumnya. “Belum tentu atlet yang menang kemarin akan dipakai lagi. Semua akan diseleksi setiap saat. Siapa yang punya motivasi dan disiplin, dia yang akan bertahan,” tegasnya.

Ketut juga menyoroti tantangan pembinaan atlet Xiangqi yang kerap berbenturan dengan kegiatan akademik di sekolah. “Tantangan atlet itu karena berasal dari sekolah. Biasanya kita rebutan sama sekolah karena jadwal ujian atau kegiatan akademik. Tapi kita tetap tekankan mereka harus mengganti latihan secara mandiri dan online,” ujarnya.

Ia pun berharap para atlet dapat menjadikan Xiangqi sebagai jalan untuk meraih prestasi dan masa depan yang lebih baik. “Semoga anak-anak bisa meraih cita-cita lewat prestasi. Walaupun mungkin tidak di akademik, lewat cabor ini mereka bisa menunjukkan jati diri dan membawa masa depan mereka,” pungkas Ketut Antar Jaya. 7 cr81

Komentar